KABAR MADURA | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Madura Raya menggelar konsolidasi menjelang Konferensi PWI Jawa Timur, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan nan berjalan di Azana Style Hotel Madura tersebut mengusung tema “PWI se-Madura Bersatu, Profesi Wartawan Makin Bermutu”.
Ketua PWI Pamekasan Khairul Anam mengatakan, konsolidasi tersebut bermaksud memperkuat solidaritas sekaligus menyamakan aspirasi menjelang konferensi.
“Ini merupakan pertemuan pertama. Setelah saya tanya-tanya barusan, bisa dikatakan ini adalah sejarah. PWI di empat kabupaten di Madura, ketua dan sekretaris dan beberapa pengurus itu berkumpul untuk membicarakan gimana PWI Madura Raya ini lebih baik ke depannya,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).
Dia menyebutkan, ada tiga perihal nan dibahas, ialah pembenahan manajemen keanggotaan, keterwakilan pengurus dari Madura dalam kepengurusan PWI Jatim, serta rencana aktivitas berbareng pada Hari Pers Nasional (HPN) 2027.
Anam berambisi persoalan pendaftaran personil baru, publikasi kartu tanda personil (KTA) dan perpanjangan keanggotaan mendapat perhatian serius dari PWI Jatim maupun PWI Pusat.
Selain itu, dia berambisi ada pengurus dari Madura nan bisa menjembatani aspirasi PWI di empat kabupaten tersebut.
“Selama ini kan tidak ada representasi, setidaknya di beberapa tahun terakhir, empat tahun terakhir enggak ada representasi dari Madura nan jadi pengurus PWI Jatim,” ungkapnya.
Ketua PWI Sampang Hanggara Pratama Syahputra mengapresiasi konsolidasi tersebut. Dia berambisi pertemuan lintas kabupaten itu menjadi tradisi dan terus berlanjut.
“Mudah-mudahan arena silaturahmi ini menjadi tradisi. Artinya bisa dilaksanakan di kemudian hari juga tidak berakhir di sini,” ucapnya.
Hanggara juga berambisi wartawan Madura mendapat keterwakilan dalam kepengurusan PWI Jatim agar kebutuhan organisasi di empat kabupaten bisa terakomodasi.
“Artinya, agar PWI di Madura Raya di empat kabupaten tidak dipandang sebelah mata. Segala kebutuhan dapat difasilitasi untuk memajukan nama PWI di semua wilayah Jawa Timur,” katanya.
Terkait HPN 2027, Hanggara mengusulkan agar aktivitas berbareng tingkat Madura Raya digelar setelah rangkaian HPN di masing-masing kabupaten selesai. Dengan begitu, aktivitas lokal tetap terlaksana sebelum dilanjutkan dengan seremoni bersama.
Sementara itu, Ketua PWI Sumenep Faisal Warid menyoroti persoalan manajemen keanggotaan, terutama publikasi dan perpanjangan KTA nan dinilai memerlukan waktu terlalu lama.
“Karena sangat asing ketika misalnya otoritasnya di PWI Jatim dalam menerbitkan kartu rupanya butuh juga bertahun-tahun nggak betul-betul klir,” ujarnya.
Warid juga mengusulkan agar PWI Madura Raya mengadakan pertemuan rutin setiap tiga bulan untuk menjaga komunikasi dan memperkuat kerja sama antarpengurus.(*)

1 jam yang lalu
6








English (US) ·
Indonesian (ID) ·