Kemarau Panjang, Permintaan Air Bersih Warga di Sumenep Meningkat

19 jam yang lalu 2

SUMENEP, koranmadura.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep menyebut permintaan pengedaran air bersih dari masyarakat meningkat seiring tetap berlangsungnya musim tandus tahun ini.

Sekretaris BPBD Sumenep Abd. Kadir mengatakan, pihaknya terus berupaya memenuhi permintaan air bersih dari penduduk dengan armada nan tersedia.

“Permintaan air bersih ke BPBD semakin meningkat, dan BPBD berupaya memenuhi permintaan dengan armada nan ada,” ujarnya.

Menurut Kadir, penduduk nan memerlukan support air bersih dapat menyampaikan laporan melalui call center 112.

“Laporan tersebut bakal menjadi dasar bagi BPBD untuk menindaklanjuti kebutuhan pengedaran air bersih di wilayah terdampak,” tambahnya.

BPBD Sumenep sebelumnya telah memetakan 76 desa di 19 kecamatan sebagai wilayah nan rawan terdampak kekeringan selama musim tandus 2026.

Pemetaan tersebut merujuk pada Keputusan Bupati Sumenep Nomor 100.3.3.2/185/KEP/013/2026 tentang Penetapan Lokasi Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan Tahun 2026.

Dalam keputusan tersebut, wilayah rawan kekeringan dibagi dalam sejumlah kategori, ialah kering kritis, kering langka, kering langka terbatas, hingga kering langka kritis. FATHOL ALIF

Selengkapnya