Kecewa AF Sport Dihentikan, Hamsuri: Jangan Hukum Tim yang Tidak Bersalah!

49 menit yang lalu 1

Kecewa AF Sport Dihentikan, Hamsuri: Jangan Hukum Tim nan Tidak Bersalah!

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Penghentian pertandingan sepak bola U-17 antar Kecamatan dalam turnamen AF Sport menuai kekecewaan dari tokoh Kecamatan Sapeken, Hamsuri. Ia menilai keputusan panitia menghentikan seluruh pertandingan tidak setara bagi tim-tim nan tidak terlibat dalam kejadian kericuhan nan terjadi sebelumnya.

Kekecewaan Hamsuri mencuat setelah dirinya menerima info dari tim pembimbing Kecamatan Sapeken bahwa panitia AF Sport telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada masing-masing tim kecamatan mengenai penghentian pertandingan.

Padahal, pada Rabu (21/10/2026), semestinya berjalan laga nan dinantikan, ialah derby antara Kecamatan Sapeken melawan Kecamatan Arjasa.

Menurut Hamsuri, keputusan tersebut sangat disayangkan lantaran tim-tim nan tidak melakukan pelanggaran justru kudu menerima akibat nan sama. Ia menilai panitia semestinya mengambil langkah nan lebih proporsional dengan menindak pihak-pihak nan terbukti melakukan pelanggaran.

“Seharusnya nan ditindak adalah tim alias pihak nan memang melakukan kesalahan. Jangan sampai kecamatan lain nan tidak terlibat justru ikut dirugikan,” demikian inti keberatan Hamsuri terhadap keputusan penghentian turnamen tersebut.

Penghentian pertandingan itu diduga berangkaian dengan kejadian kericuhan nan terjadi pada Selasa (20/10/2026), saat pertandingan antara tim Kecamatan Ambunten dan Kecamatan Pulau Masalembu berhujung dengan tindakan adu jotos. Kericuhan tersebut disebut-sebut dipicu kesalahpahaman nan melibatkan keputusan wasit.

Bagi Hamsuri, kejadian nan melibatkan dua tim tidak semestinya menjadi argumen untuk menghentikan seluruh rangkaian pertandingan, terlebih jika tetap terdapat tim lain nan siap bertanding dan tidak mempunyai keterkaitan dengan kericuhan tersebut.

Ia menilai, penegakan disiplin dalam kejuaraan olahraga kudu dilakukan secara tegas, tetapi tetap mengedepankan prinsip keadilan.

“Sanksi semestinya diberikan berasas pelanggaran nan terbukti dilakukan, bukan diberlakukan secara menyeluruh hingga merugikan tim-tim lain” tandasnya.

Selain berpotensi mengecewakan para pemain, penghentian pertandingan juga dapat memupus angan pelajar nan telah mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan tersebut.

“Padahal, turnamen sepak bola antar Kecamatan ini menjadi salah satu wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat, menjunjung sportivitas, serta mempererat persaudaraan antardaerah” ungkap Hamsuri.

Karena itu lanjut Hamsuri, keputusan panitia AF Sport diharapkan dapat dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh peserta.

“Panitia juga perlu menjelaskan dasar penghentian pertandingan serta langkah penyelesaian nan bakal diambil terhadap kejadian kericuhan tersebut” pungkasnya.

Hingga buletin ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak panitia AF Sport mengenai argumen komplit penghentian turnamen maupun kemungkinan kelanjutan pertandingan antara Kecamatan Sapeken dan Kecamatan Arjasa.

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Follow WA Channel limadetik.com untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari Follow

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0