Rektor Universitas Annuqayah, Ketua Pelalsana dan Ketua Baznas Sumenep saat menanam pohon. (KLIKMADURA)
SUMENEP || KLIKMADURA – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas pendidikan diwujudkan melalui kerjasama Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumenep, Universitas Annuqayah (UA), dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep.
Ketiga lembaga tersebut menggelar tindakan penanaman bibit pohon nan dirangkai dengan penyaluran danasiwa bagi santri.
Kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperluas akses pendidikan bagi generasi muda.
Sinergi antarlembaga itu juga diharapkan tidak berakhir pada aktivitas seremonial, tetapi berkembang menjadi program berkepanjangan nan memberikan faedah bagi masyarakat.
Wakil Ketua PC ISNU Sumenep sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan, Badrul Akhmadi, S.A.P., mengatakan, aktivitas menanam pohon mempunyai makna lebih luas daripada sekadar penghijauan.
Menurutnya, penanaman pohon merupakan corak investasi jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.
“Apa nan kita tanam hari ini adalah investasi masa depan. Pohon tidak hanya memberikan kerindangan kepada kita dari terik matahari, tetapi juga menjaga bumi untuk masa-masa nan bakal datang. Pohon juga mempunyai peran krusial dalam mengurangi polusi dan merawat bumi,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan pohon mempunyai peran krusial dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan menunjang kehidupan manusia. Karena itu, kepedulian terhadap kelestarian alam kudu diwujudkan melalui tindakan nyata nan dilakukan secara konsisten.
“Pohon memberikan kita oksigen nan memang besar perannya untuk kehidupan umat manusia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman, menyambut positif kerjasama nan menggabungkan aktivitas pelestarian lingkungan dengan kepedulian terhadap pendidikan tersebut. Ia berambisi danasiwa nan disalurkan dapat membantu para santri sekaligus memberikan kebahagiaan bagi penerimanya.
“Mudah-mudahan apa nan kami berikan bisa memberikan manfaat, meskipun sedikit. Semoga nan sedikit ini bisa memberikan kebahagiaan,” tuturnya.
Ahmad Rahman menegaskan, Baznas Sumenep terbuka untuk menjalin kemitraan dengan beragam komponen masyarakat dalam memperluas jangkauan program sosial dan pemberdayaan. Menurutnya, kerjasama menjadi salah satu upaya agar faedah amal dapat dirasakan lebih luas.
“Kami selalu membuka kesempatan kerja sama. Semoga di lain kesempatan bisa kembali bekerja sama. Baznas siap selalu hadir,” tegasnya.
Ia menjelaskan, penyaluran danasiwa tersebut merupakan bagian dari program pendidikan Baznas Sumenep. Bantuan pendidikan nan diberikan tidak hanya menyasar kalangan santri, tetapi juga mahasiswa sebagai corak support terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Di sisi lain, Wakil Rektor III Universitas Annuqayah, Achmad Khotib, mengapresiasi keterlibatan ISNU Sumenep dan Baznas dalam aktivitas tersebut. Ia berambisi sinergi antarlembaga dapat terus diperkuat melalui beragam program nan memberikan akibat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, kerja sama antara Universitas Annuqayah dan ISNU juga bakal diperkuat melalui nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) nan bertindak selama tiga tahun.
Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi landasan untuk mengembangkan beragam aktivitas berbareng secara berkesinambungan.
“Dengan adanya MoU nan bertindak selama tiga tahun, kami sangat terbuka untuk terus bekerja sama dengan ISNU. Mudah-mudahan kerjasama ini dapat dilanjutkan pada waktu nan bakal datang,” ungkapnya.
Achmad Khotib juga menyampaikan apresiasi kepada ISNU Sumenep, khususnya K. Khazin Abbasi nan menjadi salah satu penggagas aktivitas penanaman pohon. Ia menilai aktivitas penghijauan tersebut menjadi langkah positif dalam mendukung kelestarian lingkungan kampus.
Namun, dia menjelaskan bahwa kondisi lahan Universitas Annuqayah nan sebagian besar didominasi bebatuan memerlukan pemilihan jenis tanaman nan tepat. Jenis pohon nan ditanam kudu bisa beradaptasi dengan karakter lahan agar dapat tumbuh dan memberikan faedah ekologis dalam jangka panjang.
“Karena itu, pihak kampus berambisi pohon nan ditanam merupakan jenis pohon endemik rimba nan mempunyai keahlian beradaptasi dengan kondisi lahan berbatu, termasuk jenis tanaman nan akarnya dapat membantu memecah lapisan batuan,” paparnya.
Melalui kerjasama tersebut, ISNU Sumenep, Universitas Annuqayah, dan Baznas Sumenep berambisi dapat memperkuat aktivitas kepedulian lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan pendidikan.
Penanaman pohon menjadi investasi bagi kelestarian alam, sedangkan danasiwa merupakan ikhtiar membuka kesempatan lebih luas bagi santri untuk meraih masa depan nan lebih baik. (nda)

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·