KABAR MADURA | Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumenep, Universitas Annuqayah (UA), dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumenep menggelar aktivitas peduli lingkungan melalui penanaman pohon sekaligus penyaluran danasiwa bagi santri.
Kegiatan tersebut menjadi corak kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus support terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Wakil Ketua PC ISNU Sumenep, Badrul Achmadi menyampaikan bahwa penanaman pohon bukan sekadar aktivitas penghijauan, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan lingkungan.
“Apa nan kita tanam hari ini adalah investasi masa depan. Pohon tidak hanya memberikan kerindangan kepada kita, tetapi juga menjaga bumi untuk masa-masa nan bakal datang. Pohon juga mempunyai peran krusial dalam mengurangi polusi,” ujarnya, Minggu (1/11/2026).
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan kudu dibangun melalui tindakan nyata. Penanaman pohon diharapkan menjadi langkah mini nan memberikan faedah besar bagi generasi mendatang.
“Pohon memberikan kita oksigen nan memang besar perannya untuk kehidupan umat manusia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman, mengapresiasi aktivitas kerjasama tersebut. Dia berambisi support nan diberikan dapat memberikan faedah dan kebahagiaan bagi para penerima.
“Mudah-mudahan apa nan kami berikan bisa memberikan manfaat, meskipun sedikit. Semoga nan sedikit ini bisa memberikan kebahagiaan,” tuturnya.
Dia menegaskan, Baznas Sumenep selalu membuka kesempatan kerja sama dengan beragam pihak dalam menjalankan program sosial dan kemasyarakatan.
“Kami selalu membuka kesempatan kerja sama. Semoga di lain kesempatan bisa kembali bekerja sama. Baznas siap selalu hadir,” tegasnya.
Ahmad Rahman menambahkan, program danasiwa bukan perihal baru bagi Baznas Sumenep. Selain danasiwa bagi santri, pihaknya juga telah beberapa kali menyalurkan support pendidikan kepada mahasiswa.
Di sisi lain, Wakil Rektor III Universitas Annuqayah, Achmad Khotib, menyambut baik kerjasama antara UA, ISNU, dan Baznas Sumenep. Dia berambisi kerja sama tersebut dapat terus bersambung dan memberikan faedah nan lebih luas.
Menurutnya, UA dan ISNU selanjutnya bakal mempunyai nota kesepahaman alias memorandum of understanding (MoU) dengan masa bertindak selama tiga tahun. Dengan demikian, kedua pihak mempunyai ruang nan terbuka untuk melanjutkan beragam program kolaboratif.
“Dengan adanya MoU nan bertindak selama tiga tahun, kami sangat terbuka untuk terus bekerja sama dengan ISNU. Mudah-mudahan kerjasama ini dapat dilanjutkan pada waktu nan bakal datang,” ungkapnya.
Achmad Khotib juga menyampaikan terima kasih kepada ISNU Sumenep, khususnya kepada K. Khazin Abbasi sebagai penggagas aktivitas penanaman pohon.
Dia menjelaskan, kondisi lahan UA nan didominasi bebatuan memerlukan jenis tanaman nan sesuai dengan karakter tanah setempat.
“Karena itu, pihak kampus berambisi pohon nan ditanam merupakan jenis pohon endemik rimba nan mempunyai keahlian beradaptasi dengan kondisi lahan berbatu, termasuk jenis tanaman nan akarnya dapat membantu memecah lapisan batuan,” paparnya.
Melalui aktivitas tersebut, kerjasama ISNU Sumenep, Baznas, dan UA diharapkan tidak berakhir pada aktivitas seremonial, tetapi berkembang menjadi aktivitas berkepanjangan dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat akses pendidikan bagi santri. (ong)

1 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·