ISNU Sumenep Perkuat Peran Sarjana NU, Awali Hari Santri dengan Istigasah

46 menit yang lalu 2

KABAR MADURA | Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Sumenep mengawali rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan menggelar istigasah berbareng di Pesantren Nurul Huda, Desa Gingging, Kecamatan Bluto, Senin (19/10/2026).

Kegiatan nan dipimpin Rais Syuriah MWC NU Bluto, KH. Marham Syuja’ie, tersebut tidak sekadar menjadi ikhtiar spiritual menjelang puncak Hari Santri pada 24 Oktober mendatang. Momentum ini juga menjadi ruang memperkuat kontribusi sarjana Nahdlatul Ulama dalam menjawab kebutuhan organisasi dan masyarakat.

Ketua PC ISNU Sumenep, KH. Mohammad Husnan A. Nafi’, menyampaikan istigasah tersebut merupakan corak kepatuhan terhadap petunjuk PCNU Sumenep agar seluruh badan otonom (banom) turut menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional.

“Ini merupakan perwujudan ketaatan kita kepada petunjuk PCNU untuk melaksanakan istighasah berbareng menjelang puncak peringatan Hari Santri Nasional di Sumenep,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterlibatan ISNU dalam peringatan Hari Santri tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas keagamaan. Pada puncak peringatan 24 Oktober 2026, ISNU Sumenep juga berencana membuka stan kopi berjudul “Surga” sebagai bagian dari partisipasi dalam aktivitas tersebut.

Tak berakhir di sana, PC ISNU Sumenep telah menyiapkan agenda lanjutan pada November mendatang. Kegiatan tersebut berfokus pada kepedulian lingkungan melalui seminar, penanaman pohon, dan penghijauan.

Program sosial juga bakal menjadi bagian dari agenda tersebut, berupa santunan dan danasiwa bagi santri dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumenep.

“Insya Allah kita bakal melaksanakan aktivitas peduli lingkungan dengan seminar lingkungan, penanaman pohon, penghijauan, dan santunan untuk anak-anak, untuk santri, alias danasiwa santri berbareng Baznas Sumenep,” papar Kiai Husnan.

Sementara itu, Ketua PCNU Sumenep, KH. Md. Widadi Rahim, mengapresiasi langkah ISNU nan telah melaksanakan istigasah sesuai dengan pengarahan organisasi. Ia menilai ISNU mempunyai posisi strategis dalam memperkuat NU, terutama melalui kapabilitas intelektual para sarjananya.

Menurutnya, ISNU tidak semata-mata dituntut berkontribusi melalui kerja teknis di lapangan. Lebih dari itu, organisasi tersebut diharapkan bisa menyumbangkan pemikiran, keahlian, serta pendapat nan dapat mendorong kemajuan NU di beragam bidang.

“ISNU merupakan salah satu banom nan sangat dibutuhkan, terutama dari sisi intelektualitasnya. Karena itu, kami memerlukan kontribusi para pengurus dari beragam aspek,” tuturnya.

Kiai Widadi menyebut ISNU sebagai rumah besar bagi sarjana Nahdlatul Ulama sekaligus ruang untuk mengabdikan pengetahuan pengetahuan nan telah diperoleh. Gelar akademik, menurutnya, kudu diiringi integritas dan keberanian dalam menyampaikan kebenaran demi kemaslahatan organisasi.

Ia juga menyoroti beragamnya latar belakang pekerjaan kader ISNU. Keragaman tersebut dinilai sebagai kekuatan nan dapat disatukan untuk memperluas pengabdian dan mempercepat kemajuan NU.

“ISNU adalah santrinya para sarjana. Karena itu, kader ISNU kudu bisa beradaptasi dengan perkembangan era dan keadaan masa kini,” tegasnya.

Kiai Widadi berambisi para sarjana NU tidak hanya unggul dalam pendidikan formal, tetapi juga bisa menerjemahkan pengetahuan dan kompetensinya menjadi kontribusi nyata bagi organisasi, umat, dan masyarakat.

Dengan demikian, rangkaian aktivitas Hari Santri nan digelar PC ISNU Sumenep diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas sekaligus meneguhkan peran kaum intelektual NU dalam menjawab tantangan zaman. (ong)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0