Pamekasan, (Media Madura) – Suasana berbeda terlihat di SMAN 2 Pamekasan, Jumat (18/9/2026). Ribuan siswa memadati lapangan sekolah untuk mengikuti program I.League Goes to School nan menghadirkan sejumlah pemain Madura United.
Dua pemain Laskar Sape Kerrab, Giovani Numberi dan Jasey Wehrmann, turut datang dan berinteraksi langsung dengan para siswa. Antusiasme pun terlihat sejak awal hingga rangkaian aktivitas berakhir.
Tak hanya siswa, para pembimbing juga tampak menikmati jalannya acara. Beragam intermezo dari panitia serta penampilan imajinatif siswa membikin suasana semakin meriah.
Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh Arifin, menyambut positif aktivitas tersebut. Menurutnya, program seperti ini memberikan motivasi sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk mengenali dan mengembangkan talenta di bagian olahraga, khususnya sepak bola.
“Ini sangat berfaedah bagi pendidikan anak-anak kami untuk memberikan motivasi dan inspirasi. Olahraga, terutama sepak bola, memberikan ruang untuk menyalurkan talenta, talenta dan minat anak-anak,” katanya.
Pihaknya menyebut SMAN 2 Pamekasan selama ini juga memberikan ruang bagi siswa nan mempunyai kesukaan di bagian olahraga. Meski belum mempunyai lapangan sepak bola sendiri, sekolah mengelola aktivitas futsal dan minisoccer serta memantau siswa nan berkembang melalui klub di luar sekolah.
Sementara itu, Manager Club and Community I.League, Hanif Marjuni, mengatakan I.League Goes to School telah menjadi program nan melangkah selama tiga musim. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sepak bola bukan hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai sebuah industri.
“Passion terhadap sepak bola tidak kudu menjadi atlet. Ada banyak pekerjaan lain nan sebenarnya juga berfaedah di industri sepak bola,” ujar Hanif.
Hanif menjelaskan, industri sepak bola membuka kesempatan bagi beragam profesi, mulai dari media officer, medical officer, legal, hingga pekerjaan lain nan berangkaian dengan pengelolaan klub dan kompetisi.
Khusus di Pamekasan, I.League sengaja memilih SMAN 2 sebagai letak aktivitas lantaran kota tersebut merupakan home base Madura United. Pamekasan juga menjadi kota pertama nan dipilih untuk mengawali program I.League Goes to School musim ini.
Antusiasme siswa pun disebut sangat tinggi. Hanif mencatat sekitar 1.050 siswa datang dalam aktivitas tersebut.
“Kalau kita lihat dari bahasa tubuh mereka, terlihat bahwa ini bukan sesuatu nan dipaksa. Mereka menikmati dan menunjukkan kreativitasnya,” jelasnya.
Menurut Hanif, aktivitas di sekolah juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mendekatkan sepak bola dengan generasi muda sekaligus membangun pedoman organisasi klub.
Tahun ini, I.League menargetkan program serupa digelar di 18 kota di Indonesia. Selain Pamekasan, sejumlah kota lain juga masuk dalam agenda aktivitas untuk memperkenalkan industri sepak bola kepada pelajar dan masyarakat. (Znl/Arif)

54 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·