Pamekasan, (Media Madura) — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Timur XI (Madura), Hj. Ansari, mendorong penguatan ruang kondusif bagi wanita di Kabupaten Pamekasan.
Hal itu disampaikan Hj. Ansari saat menjadi keynote speaker dalam aktivitas Talkshow dan Diskusi Publik Pengurus Korps PMII Putri (KOPRI) PMII Cabang Pamekasan bertema “Ruang Aman Perempuan” di Hotel Cahaya Berlian Pamekasan, Sabtu (22/8/2026).
Dalam aktivitas tersebut, Hj. Ansari menyoroti maraknya kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan, khususnya di Madura. Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai masalah pribadi alias dibiarkan menjadi sesuatu nan dianggap normal dalam kehidupan sosial.
“Perempuan berkuasa mendapatkan rasa aman, dihormati, didengar, dan dilindungi,” katanya.
Hj. Ansari menegaskan, upaya menghadirkan ruang kondusif bagi wanita bukan hanya menjadi tanggung jawab perempuan, melainkan tanggung jawab bersama.
Karena itu, menurutnya, dibutuhkan keberanian untuk bersuara, keberpihakan dalam melindungi korban, edukasi berkelanjutan, serta sistem penanganan nan sigap dan adil.
Legislator wanita asal Pamekasan itu juga membujuk seluruh komponen masyarakat membangun budaya nan menolak segala corak pelecehan dan kekerasan seksual.
“Jangan menyalahkan korban, jangan membungkam bunyi perempuan, dan jangan pernah menganggap pelecehan sebagai perihal nan biasa,” tegas Hj. Ansari.
Menurutnya, ruang kondusif bukan sekadar tempat, tetapi merupakan corak komitmen berbareng untuk menciptakan lingkungan nan menghargai martabat dan melindungi perempuan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, tempat kerja, ruang publik maupun ruang digital.
Melalui aktivitas tersebut, pihaknya berambisi terbangun ruang dialog, edukasi, dan kerjasama lintas sektor nan semakin kuat dalam upaya pencegahan serta penanganan kekerasan seksual di tengah masyarakat. (Znl/Arif)

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·