Hj. Ansari: Mondok Sejak Dini, Tanamkan Disiplin dan Akhlak kepada Anak

56 menit yang lalu 1

Pamekasan, (Media Madura) – Pendidikan anak tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Kemandirian, kedisiplinan, dan adab juga perlu ditanamkan sejak dini. Hal inilah nan ditekankan Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Timur XI (Madura), Hj. Ansari, saat mengisi aktivitas penutupan Mentoring Sebaya (MENBA) SDIT Al-Uswah Pamekasan, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan nan berjalan di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, tersebut dikemas dengan konsep latihan mondok ala pesantren selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Oktober 2026. Melalui aktivitas ini, siswa diajak merasakan pengalaman hidup bersama, belajar mengatur diri, serta membiasakan perilaku positif dalam keseharian.

Menurut Hj. Ansari, pendidikan karakter kudu melangkah beriringan dengan pendidikan akademik. Anak-anak perlu dibekali pengetahuan pengetahuan sekaligus nilai-nilai adab agar tumbuh menjadi pribadi nan bertanggung jawab dan bisa menghargai orang lain.

“Anak-anak perlu dibekali pengetahuan sekaligus akhlak. Keduanya krusial untuk membentuk generasi nan berkualitas,” ujar Hj. Ansari.

Ia menjelaskan, pembentukan karakter tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan pembiasaan nan konsisten, baik di lingkungan family maupun sekolah. Orang tua dan pembimbing juga mempunyai peran krusial dalam memberikan teladan kepada anak.

Karena itu, latihan mondok menjadi salah satu langkah untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Mereka tidak hanya belajar tentang kedisiplinan dan tanggung jawab, tetapi juga berlatih hidup berdikari serta menjaga hubungan baik dengan teman.

“Melalui latihan mondok, anak-anak belajar mandiri, disiplin, dan menghargai orang lain,” katanya.

Hj. Ansari berharap, nilai-nilai nan dipelajari selama aktivitas MENBA tidak berakhir setelah program berakhir. Kebiasaan baik tersebut perlu terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah.

“Yang terpenting, kebiasaan baik itu bisa terus dilakukan di rumah maupun di sekolah,” tambahnya.

Kegiatan MENBA SDIT Al-Uswah tahun ini mengusung tema Membangun Karakter, Kepedulian, dan Prestasi Melalui Mentoring Sebaya. Program tersebut juga berjalan bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober.

Momentum itu menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal nilai-nilai kehidupan pesantren, seperti kesederhanaan, kedisiplinan, penghormatan kepada guru, kepedulian terhadap sesama, dan pembiasaan akhlakul karimah.

Melalui pengalaman latihan mondok tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga bisa menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, pendidikan karakter dapat tumbuh melalui kebiasaan sederhana nan dilakukan secara konsisten, sehingga anak tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga mempunyai kemandirian dan adab nan baik. (*/Znl)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0