JAKARTA, portalmadura.com – Pergerakan nilai saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengawali awal pekan di area merah. Pada pembukaan perdagangan sesi pertama, Senin (27/7/2026), saham perbankan berkapitalisasi besar ini tercatat melemah ke posisi Rp2.930 per lembar saham.
Berdasarkan info perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBRI turun 30 poin alias setara 1,01 persen dibandingkan dengan nilai penutupan perdagangan pekan sebelumnya di level Rp2.960 per lembar. Pelemahan ini terjadi seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nan juga dibuka tertekan di area merah.
Analis Pasar Keuangan Senior Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa tekanan pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBRI dipengaruhi oleh dinamika pasar finansial domestik. Salah satu pemicunya adalah kekhawatiran pelaku pasar terhadap kepastian arah kebijakan moneter dan tren pergerakan nilai tukar rupiah.
Selain aspek domestik, penanammodal dunia dan domestik saat ini condong bersikap menanti (wait and see) menjelang pengumuman kebijakan suku kembang dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) nan dijadwalkan pada 29 Juli 2026. Sikap hati-hati pelaku pasar membikin arus modal asing tertahan sementara di pasar saham tanah air.
Kendati demikian, prospek jangka panjang sektor perbankan dinilai tetap mempunyai daya tarik. Koreksi nilai nan terjadi di tengah esensial perseroan nan solid dipandang oleh sejumlah analis sebagai momentum bagi penanammodal untuk mencermati kembali pergerakan saham secara teknikal sebelum mengambil keputusan investasi.

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·