PORTALMADURA.COM, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan performa impresif pada perdagangan akhir pekan, Jumat (21/8/2026). Mata duit Garuda sukses melanjutkan tren apresiasi dengan bergerak menguat ke kisaran level Rp17.710 hingga Rp17.717 per dolar AS pada sesi transaksi spot.
Penguatan ini menandai tren positif rupiah setelah sehari sebelumnya ditutup di kisaran Rp17.731 hingga Rp17.748 per dolar AS. Sentimen pelemahan indeks dolar dunia nan tertekan di pasar internasional turut memberi ruang bagi sebagian besar mata duit Asia, termasuk rupiah, untuk bergerak di area hijau.
Berdasarkan pantauan transaksi pasar duit perbankan nasional pada Jumat (21/8/2026) pagi hingga siang:
- Bank Rakyat Indonesia (BRI): Menetapkan kurs jual dolar AS pada level Rp18.470 dan kurs beli sebesar Rp17.430 per dolar AS.
- Bank Central Asia (BCA): Mematok kurs jual di kisaran Rp18.481 dan kurs beli Rp17.407 per dolar AS.
- Bank Mandiri: Membuka transaksi dolar AS dengan kurs jual Rp18.445 dan kurs beli Rp17.443.
- Bank Negara Indonesia (BNI): Mencatatkan kurs jual sebesar Rp18.427 dan kurs beli pada Rp17.460 per dolar AS.
Sementara itu, pada pasar referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, posisi rupiah bergerak konsisten menguat mengikis tekanan depresiasi nan sempat menyentuh level Rp17.800 pada pertengahan pekan.
Pelaku pasar memproyeksikan pergerakan kurs rupiah sepanjang hari ini bakal tetap berada di rentang support Rp17.680 dan resistance Rp17.780 per dolar AS, ditopang oleh stabilitas parameter makroekonomi dalam negeri serta meningkatnya aliran modal masuk ke pasar modal domestik.

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·