Dibuka Kadisdik Bondowoso, Kemah Santri di Ponpes Darul Falah Tekankan Karakter dan Peduli Lingkungan

1 jam yang lalu 2

Dibuka Kadisdik Bondowoso, Kemah Santri di Ponpes Darul Falah Tekankan Karakter dan Peduli Lingkungan

LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Suasana religius, semangat kepramukaan, dan kepedulian terhadap alam menyatu dalam pembukaan Kemah Santri dan _Junior Scout Skill Competition (JSSC) 2026_. Kegiatan ini digelar di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Darul Falah, Kecamatan Cermee, Bondowoso, Kamis (22/10/2026).

Digelar selama tiga hari hingga 24 Oktober 2026, aktivitas ini diikuti ratusan Pramuka Penggalang dari SMP Negeri serta MTs Negeri dan swasta se-Kabupaten Bondowoso. Ajang ini juga menjadi bagian dari semarak peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, nan juga Wakil Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Bondowoso.

Di hadapan peserta, Kakak Taufan menegaskan bahwa perkemahan bukan hanya soal lomba. Lebih dari itu, ini adalah ruang untuk menempa karakter, mengasah keterampilan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, personil Pramuka tidak cukup hanya ocehan dan berprestasi. Ia kudu disiplin, bertanggung jawab, doyan bergotong royong, dan peduli terhadap alam.

“Manfaatkan perkemahan ini untuk mengasah keahlian kepramukaan dan kepedulian. Tidak hanya ocehan dalam lomba, tetapi juga kudu peduli menjaga alam. Caranya sederhana, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan bumi perkemahan, mengurangi penggunaan plastik, hingga membuang sampah pada tempatnya,” pesan Kakak Taufan dalam sambutannya.

Bibit Pohon Sebagai Simbol Amal Jariyah

Nuansa peduli lingkungan semakin kuat saat Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Cermee, KH. Abdul Qodir Syam, memberikan sambutan.

Dalam aktivitas ramah tamah, KH. Abdul Qodir menyambut hangat para peserta dan berterima kasih atas kepercayaan menjadikan Bumi Perkemahan Darul Falah sebagai tuan rumah Kemah Santri dan JSSC 2026.

Sebagai simbol kepedulian, dia menyerahkan bibit pohon secara simbolis kepada seluruh ketua regu (Pinru).

Bibit itu bukan sekadar cendera mata. Ia berambisi bibit tersebut betul-betul ditanam dan dirawat hingga tumbuh besar, menjadi pengingat kebaikan selama perkemahan dan menjadi kebaikan jariyah nan manfaatnya dirasakan masyarakat luas.

“Menjaga bumi adalah amanah. Ini tanggung jawab berbareng nan butuh tindakan nyata, bukan hanya imbauan,” menjadi pesan nan selaras dengan nilai keislaman nan diajarkan di pesantren.

Membentuk Generasi Berakhlak

Kemah Santri dan JSSC 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga mempererat persaudaraan antar sekolah dan madrasah, melatih kerja sama, kemandirian, dan sportivitas.

Pembukaan aktivitas turut dihadiri Muspika Kecamatan Cermee, jejeran Kwarcab Bondowoso, serta para kepala sekolah dan madrasah peserta.

Dari Bumi Perkemahan Darul Falah, semangat Hari Santri diharapkan tidak berakhir pada seremonial tahunan. Nilai religius, cinta tanah air, pembentukan akhlak, dan kepedulian terhadap lingkungan kudu hidup dalam perilaku sehari-hari.

Para peserta diharapkan pulang membawa bukan hanya pengalaman dan piala, tetapi juga tekad menjadi generasi nan beradab mulia, mandiri, tangguh, dan peduli terhadap kelestarian bumi.

Penulis : Budhi

Editor : Wahyu

Follow WA Channel limadetik.com untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari Follow

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0