Coffee Morning dan Maulid Nabi, Kapolres Sampang Ajak Media hingga Ojol Bersatu Jaga Kamtibmas

1 jam yang lalu 3

Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto menyampaikan sambutan saat aktivitas coffee morning dan seremoni Maulid Nabi Muhammad SAW. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Polres Sampang tidak sekadar menjadi aktivitas keagamaan. Momentum tersebut dimanfaatkan Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto untuk memperkuat silaturahmi dan komunikasi dengan beragam komponen masyarakat melalui aktivitas Coffee Morning.

Insan media, LSM, mahasiswa, Sabuk Kamtibmas, hingga organisasi ojek online (ojol) datang dalam forum tersebut. Mereka duduk berbareng jejeran Polres Sampang membahas beragam persoalan keamanan serta dinamika nan berkembang di tengah masyarakat.

Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto mengatakan, Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali meneladani adab Rasulullah SAW, termasuk dalam membangun hubungan nan baik dengan sesama.

Menurutnya, nilai tersebut sangat relevan dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) nan mempunyai latar belakang, kepentingan, serta perspektif pandang berbeda.

“Kamtibmas merupakan tanggung jawab kita bersama. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi, komunikasi, dan kerjasama dengan seluruh komponen masyarakat agar beragam persoalan dapat kita cegah dan selesaikan bersama,” ujar Anang.

Ia menilai, menjaga keamanan tidak cukup hanya mengandalkan kepolisian. Masyarakat mempunyai peran krusial lantaran bergesekan langsung dengan beragam persoalan nan muncul di lingkungan masing-masing.

Karena itu, forum Coffee Morning dinilai krusial sebagai ruang komunikasi antara polisi dan masyarakat. Komunikasi tersebut tidak hanya dibangun ketika terjadi persoalan, tetapi juga kudu dilakukan saat situasi tetap kondusif dan kondusif.

Anang memberikan apresiasi kepada insan media, LSM, mahasiswa, Sabuk Kamtibmas, dan organisasi ojol nan selama ini menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Sampang.

Menurutnya, masing-masing golongan mempunyai peran dan akses berbeda terhadap masyarakat. Perbedaan tersebut justru dapat menjadi kekuatan andaikan dibangun melalui komunikasi nan sehat.

“Mari kita bangun komunikasi nan baik. Jika ada persoalan di lapangan, mari kita dudukkan berbareng dan cari solusi terbaik. Jangan sampai perbedaan menjadi sumber perpecahan, tetapi jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun Sampang nan lebih baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyoroti peran media dalam menjaga suasana masyarakat. Menurutnya, media mempunyai pengaruh besar dalam membentuk langkah masyarakat memandang sebuah persoalan.

Kecepatan dalam menyampaikan informasi, kata dia, kudu tetap diimbangi dengan ketelitian dan verifikasi. Media tidak hanya bekerja menyampaikan peristiwa, tetapi juga membantu masyarakat memahami persoalan secara utuh.

Ia berambisi pemberitaan nan disajikan tetap objektif dan edukatif serta tidak mudah terseret info nan belum terverifikasi.

Hal itu krusial mengingat arus info di tengah masyarakat semakin cepat. Informasi nan belum jelas kebenarannya dapat dengan mudah menyebar dan memunculkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.

Selain media, Anang juga menilai keberadaan Sabuk Kamtibmas dan organisasi ojol mempunyai posisi strategis. Aktivitas mereka nan bergesekan langsung dengan masyarakat membikin kedua golongan tersebut mempunyai kesempatan mengetahui kondisi di lapangan lebih awal.

Karena itu, seluruh komponen masyarakat diajak meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan masing-masing. Jika menemukan persoalan nan berpotensi mengganggu kamtibmas, masyarakat diharapkan tidak bersikap pasif.

Namun, info nan diterima tetap kudu disikapi secara bijak. Masyarakat diminta tidak langsung menganggap setiap info nan beredar sebagai sebuah kebenaran sebelum dilakukan pengecekan.

Menurut Anang, penyelesaian persoalan tidak kudu menunggu masalah menjadi besar. Komunikasi nan terbuka dapat menjadi jalan untuk mempertemukan beragam kepentingan sebelum berkembang menjadi konflik.

Forum nan dikemas dalam suasana santuy melalui Coffee Morning tersebut diharapkan bisa membikin hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin dekat.

Peringatan Maulid Nabi juga memberikan makna tersendiri. Keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun hubungan dengan masyarakat menjadi nilai nan dinilai dapat diterapkan dalam kehidupan sosial, termasuk ketika menghadapi perbedaan pendapat.

Dengan demikian, aktivitas tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Forum itu juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi, aspirasi, kritik, maupun persoalan nan ditemukan di lapangan.

Polres Sampang berambisi komunikasi berbareng media, LSM, mahasiswa, Sabuk Kamtibmas, dan organisasi ojol dapat terus terjaga. Sebab, menjaga keamanan bukan pekerjaan nan selesai dalam satu kegiatan, melainkan memerlukan komunikasi dan kerjasama nan terus berjalan.

Dari suasana Maulid Nabi hingga obrolan di meja Coffee Morning, pesan Polres Sampang cukup jelas: perbedaan tidak kudu menjadi jarak. Justru melalui komunikasi dan kolaborasi, perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk menjaga Sampang tetap kondusif dan kondusif.

“Bersama kita wujudkan situasi kamtibmas Kabupaten Sampang nan kondusif dan kondusif,” pungkas Anang. (ali/nda)

Selengkapnya