Cetak Calon Pemimpin Masa Depan, Prodi Manajemen UTM Gembleng Pimpinan, Dosen dan Mahasiswa

1 jam yang lalu 3

Ketua Program Studi Manajemen FEB UTM, Fathor AS saat menyampaikan sambutan. (KLIKMADURA)

BANGKALAN || KLIKMADURA – Program Studi (Prodi) Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pembentukan karakter dan kepemimpinan.

Salah satunya diwujudkan melalui Academic Synergis Leadership Program nan diikuti 50 peserta selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober 2026.

Mengusung semboyan SAE (Smart, Adaptif and Excellent) dan Local Wisdom (The Soul of Management), aktivitas tersebut melibatkan pimpinan, dosen, serta perwakilan mahasiswa dari empat program studi di bawah naungan Jurusan Manajemen FEB UTM.

Program ini dirancang untuk membangun karakter pemimpin nan cerdas, adaptif, unggul, sekaligus mempunyai jati diri dan nilai-nilai kearifan lokal.

Rangkaian aktivitas hari pertama diawali dengan training dan motivasi kepemimpinan di Aula Hotel Fortuna Grand Yogyakarta. Seluruh peserta mendapatkan pembekalan untuk membangun pola pikir, memperkuat karakter, serta mengembangkan fondasi kepemimpinan nan berkelanjutan.

Pada tahap ini, nilai Smart dalam semboyan SAE menjadi konsentrasi utama. Peserta juga diajak memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya memerlukan kepintaran intelektual, tetapi juga kekuatan karakter, pola pikir nan tepat, dan semangat untuk terus berkembang.

Memasuki hari kedua, aktivitas dilanjutkan dengan outbound nan berorientasi pada penguatan karakter Adaptif. Melalui beragam permainan team building dan kepemimpinan, peserta diuji dalam membangun kekompakan, kepercayaan, komunikasi, serta keahlian bekerja sama.

Menariknya, aktivitas tersebut mempertemukan pimpinan, dosen, dan mahasiswa dalam suasana kebersamaan tanpa sekat struktural. Nilai kekeluargaan nan menjadi bagian dari filosofi Local Wisdom (The Soul of Management) pun menjadi kekuatan dalam membangun solidaritas di lingkungan Jurusan Manajemen FEB UTM.

Sementara itu, hari ketiga diisi dengan kunjungan industri sebagai penerapan nilai Excellent. Para peserta diajak mengawasi secara langsung praktik pengelolaan manajemen di bumi industri melalui kunjungan ke mitra desa wisata dan pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik di lapangan. Selain memperluas wawasan, kunjungan industri juga membuka kesempatan kerjasama strategis antara perguruan tinggi, desa wisata, dan pelaku UMKM.

Salah seorang perwakilan dosen, Eki, mengaku mendapatkan pengalaman komplit melalui rangkaian aktivitas tersebut. Menurutnya, setiap tahapan mempunyai kontribusi berbeda dalam membangun kapabilitas kepemimpinan peserta.

“Tiga hari nan sangat komplit. Hari pertama kami dikuatkan jiwanya, hari kedua dikuatkan kekompakannya, hari ketiga dikuatkan wawasannya. Inilah penerapan sempurna dari SAE dan Local Wisdom (The Soul of Management),” ungkapnya.

Antusiasme serupa disampaikan Ayunda, perwakilan mahasiswa Manajemen FEB UTM. Ia mengaku bangga menjadi bagian dari aktivitas nan mempertemukan unsur pimpinan, dosen, dan mahasiswa dalam satu ruang pembelajaran kepemimpinan.

“Kami bangga menjadi bagian dari sejarah ini. Dari training motivasi, outbound nan seru, hingga visit industri nan membuka mata, kami betul-betul ditempa menjadi calon pemimpin nan SMART, ADAPTIF, and EXCELLENT,” tuturnya.

Ketua Program Studi Manajemen FEB UTM, Fathor AS, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan upaya nyata untuk menghidupkan dua identitas kebanggaan Jurusan Manajemen, ialah SAE sebagai semangat untuk berkompetisi dan Local Wisdom (The Soul of Management) sebagai jati diri.

Menurutnya, pembentukan pemimpin masa depan tidak cukup hanya melalui pembelajaran di ruang kelas. Diperlukan pengalaman, penguatan karakter, keahlian beradaptasi, serta pemahaman terhadap praktik manajemen di tengah masyarakat.

“Program tiga hari ini adalah langkah kami menghidupkan dua semboyan kami. SAE sebagai semangat untuk bersaing dan Local Wisdom (The Soul of Management) sebagai jati diri. Kami percaya 50 leader nan tercetak ini bakal membawa Jurusan Manajemen FEB UTM semakin unggul di masa depan,” pungkasnya. (nda)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0