Bupati Fauzi Wongsojudo Teguhkan Nilai Santri, ASN Sumenep Wajib Berbusana Muslim Selama Empat Hari

1 jam yang lalu 3

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan sambutan saat Kick Off Peringatan HSN 2026 nan digelar PCNU Sumenep. (KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menunjukkan komitmennya dalam merawat tradisi keislaman sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan santri di lingkungan pemerintahan.

Melalui kebijakan unik memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai non-ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep diwajibkan mengenakan busana santri.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 41 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Santri Nasional. Ketentuan berpakaian itu bertindak mulai 19 hingga 22 Oktober 2026.

Langkah tersebut menjadi corak penghormatan Pemkab Sumenep terhadap jasa para santri dan ustadz nan turut berjuang merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Lebih dari sekadar seragam, kebijakan ini diharapkan bisa memperkuat karakter aparatur pemerintah melalui nilai kesederhanaan, kejujuran, kedisiplinan, dan pengabdian.

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, peringatan Hari Santri Nasional kudu menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan dan keteladanan para santri dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

“Peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi momentum bagi seluruh komponen masyarakat untuk meneladani nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan nan diwariskan para santri dalam kehidupan sehari-hari,” katanya, Minggu (18/10/2026).

Dalam surat info tersebut, pegawai laki-laki diwajibkan mengenakan sarung, baju muslim putih berlengan panjang, serta peci hitam. Sementara itu, pegawai wanita mengenakan sarong bine’, baju kurung polos berwarna putih, dan kerudung alias burgu’ putih.

Penerapan patokan ini juga memperlihatkan upaya Bupati Achmad Fauzi dalam menghadirkan peringatan Hari Santri nan tidak berakhir pada seremoni. Pemkab Sumenep mau menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat bahwa nilai-nilai nan tumbuh dalam tradisi pesantren relevan diterapkan dalam birokrasi, terutama dalam membangun integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Meski demikian, Pemkab Sumenep tetap memberikan pengecualian bagi pegawai nan menjalankan tugas dengan kebutuhan teknis dan operasional khusus. Pengecualian ini dilakukan agar penerapan kebijakan tidak mengganggu pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Pegawai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Perhubungan, serta pegawai nan memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas, tetap mengenakan busana dinas sesuai ketentuan nan berlaku,” terangnya.

Selain penerapan busana santri bagi aparatur pemerintah, Pemkab Sumenep juga bakal menggelar upacara bendera untuk memperingati HSN 2026 pada Kamis (22/10/2026). Upacara tersebut dijadwalkan berjalan di laman Kantor Bupati Sumenep.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga persatuan, memperkuat karakter bangsa, dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo berharap, kebijakan berpakaian santri dapat menjadi inspirasi bagi seluruh aparatur pemerintah untuk bekerja dengan penuh keikhlasan, disiplin, dan tanggung jawab.

“Kami mengharapkan melalui kebijakan berpakaian santri ini, nilai kesederhanaan, keikhlasan, kedisiplinan, serta semangat perjuangan para santri bisa menginspirasi seluruh aparatur pemerintah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Melalui kebijakan tersebut, Pemkab Sumenep berupaya menjadikan peringatan Hari Santri Nasional sebagai sarana memperkuat identitas religius wilayah sekaligus mendorong aparatur pemerintah agar semakin mengedepankan integritas, kedisiplinan, dan pelayanan nan berpihak kepada masyarakat. (nda)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0