Bitcoin Kembali Tembus 80.000 Dollar AS, Mampukah Bertahan di Tengah Tekanan Pasar?

2 jam yang lalu 3
Bitcoin Kembali Tembus 80.000 Dollar AS, Mampukah Bertahan di Tengah Tekanan Pasar? Bitcoin Kembali Tembus 80.000 Dollar AS, Mampukah Bertahan di Tengah Tekanan Pasar?

PortalMadura.com — Harga aset mata uang digital utama, Bitcoin (BTC), kembali menunjukkan pergerakan positif dengan menembus level psikologis 80.000 dollar AS dan mencatatkan penutupan harian di atas nomor tersebut selama dua hari berturut-turut pada pertengahan September 2026.

Berdasarkan info pasar per 19 September 2026, nilai Bitcoin berada di kisaran 81.228 dollar AS. Aset digital ini sebelumnya ditutup pada level 80.875 dollar AS pada tanggal 18 September dan 81.214 dollar AS sehari setelahnya.

Faktor Pendorong: Likuidasi Posisi Short dan Arus Masuk ETF

Kenaikan tajam nan terjadi pada 18 September 2026 salah satunya dipicu oleh kejadian likuidasi posisi short secara besar-besaran. Ketika nilai Bitcoin merangkak naik melewati periode 80.000 dollar AS, para trader nan mengambil posisi turun (short) mengalami kerugian otomatis, nan kemudian memaksa sistem bursa melikuidasi posisi mereka melalui pembelian kembali di pasar.

Selain aspek teknis tersebut, penguatan nilai ini juga ditopang oleh masuknya arus biaya segar ke produk investasi berbasis Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot. Data dari SoSoValue mencatat adanya aliran biaya masuk (inflow) sebesar 592,5 juta dollar AS pada periode 17 hingga 18 September 2026, membalikkan tren negatif dari arus keluar sebelumnya.

Ujian Berikutnya di Level 83.000 Dollar AS

Meskipun sukses kembali ke atas level 80.000 dollar AS, para pengamat pasar menilai bahwa tren kenaikan ini belum sepenuhnya berkelanjutan. Aset mata uang digital tersebut tetap menemui halangan berupa tekanan jual nan cukup kuat ketika memasuki area resisten di kisaran 82.000 hingga 83.000 dollar AS.

Pelaku pasar sekarang memantau ketat level 83.000 dollar AS sebagai parameter kunci. Kemampuan Bitcoin untuk menembus dan memperkuat di atas level tersebut dinilai krusial untuk memastikan kelanjutan pemulihan nilai di tengah dinamika ekonomi global.

Navigasi pos

Selengkapnya