KABAR MADURA | Berawal dari kemauan membikin kebaya sendiri untuk kebutuhan wisuda, Muslihatin, seorang pembimbing SMPN 1 Kamal, sukses mengembangkan hobinya menjadi kesempatan usaha.
Kini, melalui Elyra Kebaya nan aktif dipromosikan melalui media sosial dengan akun elyrakebaya.id, wanita nan berkawan disapa Esti itu menekuni upaya penyewaan sekaligus pembuatan kebaya custom. Usahanya bertempat tinggal di LPK Agro Taman Mulia, Jalan Telang Asri Blok CC, Telang, Kamal, Bangkalan.
Esti menuturkan, pendapat untuk menjalankan upaya kebaya sebenarnya sudah muncul sejak lama. Namun, rencana itu baru betul-betul direalisasikan sekitar September tahun lalu. Semuanya bermulai dari kebaya nan dibuatnya sendiri untuk dikenakan saat aktivitas wisuda.
“Saya mau wisuda dan saya buat kebaya sendiri. Setelah saya posting, rupanya ada nan DM dan tertarik untuk menyewa kebaya saya. Dari situ saya mulai kepikiran, rupanya bisa juga dijadikan usaha,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).
Berawal dari pengalaman tersebut, Esti kemudian mulai mempelajari pembuatan kebaya custom secara bertahap. Perjalanan usahanya pun semakin berkembang setelah sejumlah konten Elyra Kebaya di media sosial, khususnya TikTok, mendapatkan respons positif dari warganet.
Bahkan, salah satu kontennya sempat ditonton nyaris 3 juta kali. Respons itu membikin semakin banyak orang mengenal produk dan jasa nan ditawarkan Elyra Kebaya.
“Dari situ saya mulai dapat respons nan cukup bagus dan akhirnya saya lebih serius menekuni upaya sewa dan custom kebaya sampai sekarang,” terangnya.
Dari beragam model nan ditawarkan, kebaya full payet menjadi salah satu produk nan paling banyak diminati pelanggan. Modelnya pun beragam, mulai dari kebaya kutu baru hingga model modern nan mengikuti perkembangan tren fesyen.
“Customer sekarang banyak mencari kebaya nan perincian payetnya lebih menonjol,” jelasnya.
Sementara untuk pilihan warna, pink menjadi salah satu warna nan cukup diminati pelanggan. Menurut Esti, perihal itu tidak terlepas dari salah satu konten kebaya berwarna pink miliknya nan sempat viral di TikTok.
“Waktu awal usaha, saya sempat fyp dengan kebaya pink, jadi mungkin dari situ orang-orang mulai mengenal kebaya saya dengan warna pink,” ungkapnya.
Menurutnya, warna pink mempunyai daya tarik tersendiri lantaran memberikan kesan manis dan cocok digunakan dalam beragam acara, termasuk wisuda.
Untuk terus mengembangkan bisnisnya, Esti mengandalkan media sosial sebagai salah satu sarana utama promosi. TikTok dan IG aktif dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau calon pengguna nan lebih luas.
“Sekarang kebanyakan orang mencari alias memandang referensi kebaya dari internet, jadi media sosial sangat krusial untuk mengenalkan upaya kita,” tuturnya.
Namun, bagi Esti, promosi saja tidak cukup. Produk nan ditawarkan juga kudu terus dikembangkan dan mempunyai karakter nan bisa membedakannya dari produk lain.
Sebab itu, dia berupaya menghadirkan perincian payet nan unik, model nan mengikuti tren, serta tetap memperhatikan kualitas bahan dan jahitan.
Salah satu kelebihan nan mau ditonjolkan Elyra Kebaya adalah jasa custom kebaya. Esti memandang tetap terdapat kesempatan untuk menghadirkan kebaya nan betul-betul dibuat sesuai karakter dan kemauan masing-masing pelanggan.
“Kalau untuk upaya penyewaan kebaya mungkin sudah cukup banyak, sedangkan untuk custom kebaya nan betul-betul dibuat sesuai kemauan customer tetap belum terlalu banyak,” tambahnya.
Melalui jasa tersebut, pengguna dapat menentukan konsep kebaya sesuai kebutuhan dan keinginannya. Elyra Kebaya kemudian mengembangkan desain, termasuk perincian payet, agar menghasilkan kebaya nan lebih individual dan tidak terlalu pasaran.
“Saya berupaya membikin kreasi payet nan tidak terlalu pasaran, tetapi tetap kekinian dan sesuai dengan tren nan sedang berkembang,” ujarnya.
Untuk harga, kebaya custom full payet dibanderol mulai Rp1 juta ke atas. Harganya berjuntai pada kualitas bahan serta tingkat kerumitan pengerjaan. Esti juga membuka kemungkinan penyesuaian kreasi dan bahan berasas anggaran pelanggan.
Sementara untuk jasa sewa di wilayah Bangkalan, nilai kebaya berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp350 ribu, tergantung model. Adapun penyewaan ke luar kota dipatok sekitar Rp350 ribu hingga Rp400 ribu untuk jangka waktu tiga hari.
Ke depan, Esti tidak hanya mau Elyra Kebaya dikenal sebagai tempat penyewaan maupun pembuatan kebaya custom untuk kebutuhan pribadi. Dia juga mempunyai visi agar usahanya dapat menjadi mitra bagi masyarakat nan mau membangun alias mengembangkan upaya penyewaan kebaya.
“Jadi mereka tidak kudu membikin semuanya dari awal, tetapi bisa melakukan custom alias produksi kebaya di Elyra Kebaya sesuai dengan konsep dan kebutuhan upaya mereka,” jelasnya.
Esti berambisi Elyra Kebaya dapat membantu pelaku upaya lain mendapatkan produk berbobot nan mempunyai karakter unik sekaligus sesuai dengan identitas alias branding upaya mereka.
“Harapannya, ke depannya Elyra Kebaya bukan hanya dikenal sebagai tempat sewa alias custom kebaya untuk pemakaian pribadi, tetapi juga bisa menjadi mitra bagi orang-orang nan mau membangun upaya kebaya,” pungkasnya. (fik/zul)

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·