APHT Pamekasan Ditargetkan Launching Akhir 2026, DPRD Soroti Lambannya Pemanfaatan

55 menit yang lalu 1

KABAR MADURA | Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) nan berada di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, ditargetkan mulai beraksi tahun ini. Sejumlah persyaratan akhir sekarang tengah disiapkan agar akomodasi tersebut bisa segera dimanfaatkan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Muharram, mengatakan, sejumlah proses nan tetap kudu diselesaikan berangkaian dengan manajemen serta koordinasi dengan koperasi provinsi dan Bea Cukai untuk pengurusan perizinan.

“Yang terpenting, Anda mempunyai komitmen bahwa akhir tahun ini memang maksimal sudah ada launching,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Dari sisi bangunan, Muharram memastikan dua penyimpanan nan tersedia sudah dapat ditempati dan digunakan untuk operasional. Namun, tetap terdapat sejumlah sarana dan prasarana (sarpras) nan perlu dilengkapi secara berjenjang untuk menunjang aktivitas di area tersebut.

“Kalau dari segi bangunan, dua penyimpanan ini sudah bisa ditempati dan sudah bisa beroperasional. Meskipun tetap belum maksimal. Itu kelak sembari lampau jalan, sembari lampau dilengkapi,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi, menyayangkan lambannya progres pemanfaatan APHT tersebut. Menurutnya, pembangunan akomodasi tanpa segera diikuti aktivitas ekonomi membikin anggaran pemerintah belum memberikan faedah secara optimal bagi masyarakat.

“Kami meminta kepada Disperindag untuk segera me-launching APHT itu agar ada aktivitas ekonomi nan outcome-nya bisa dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, keberadaan APHT mempunyai potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di Pamekasan. Selain menyerap tenaga kerja, APHT dinilai dapat mendukung aktivitas upaya tembakau nan legal sekaligus mendorong pertumbuhan upaya lain di sekitar kawasan.

“Karena sudah diatur di Perbup, kami berambisi APHT ini dapat mendorong ekonomi Pamekasan dengan langkah menyerap tenaga kerja, lampau di situ menjadi mercusuar ekonomi baru bagi Kabupaten Pamekasan,,” ungkapnya.

Diketahui, APHT dibangun pada 2022 dengan alokasi anggaran mencapai Rp11 miliar nan berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). (nur/zul)

Selengkapnya