Antisipasi Pencemaran Lingkungan, Pamekasan Didorong Segera Miliki IPLT

1 jam yang lalu 3

KABAR MADURA | Kebutuhan bakal Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) di Kabupaten Pamekasan menjadi perhatian krusial dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Keberadaan akomodasi tersebut dinilai semakin mendesak seiring dengan pertumbuhan masyarakat dan meningkatnya kebutuhan sarana sanitasi nan memadai.

Anggota DPRD Pamekasan, Tabri, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima aspirasi masyarakat mengenai kebutuhan pembangunan IPLT. Menurutnya, keberadaan akomodasi tersebut beserta armada pengangkut limbah tinja sangat dibutuhkan, seiring pertumbuhan masyarakat nan semakin pesat serta keterbatasan lahan permukiman.

“Kami sudah menerima aspirasi mengenai kebutuhan IPLT ini. Tentu, kebutuhan tersebut bakal menjadi perhatian dan kami sorong agar pemerintah wilayah bisa menindaklanjutinya,” paparnya, Jum’at (6/11/2026)

Sejauh ini, terdapat dua letak nan bisa menjadi pengganti pembangunan IPLT, ialah Larangan Badung dan Angsanah, Kecamatan Palengaan.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Camat Palengaan Hasyim Abdurrahim menyampaikan bahwa sistem pengelolaan limbah domestik secara terpusat memang sangat diperlukan masyarakat di tingkat kecamatan.

Pihaknya berambisi perencanaan akomodasi dasar seperti pengelolaan limbah tinja dapat segera diakomodasi oleh pemerintah kabupaten. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengandalkan pengelolaan limbah secara berdikari tanpa standar pengolahan nan aman.

“Di wilayah kami, kesadaran dan kebutuhan masyarakat terhadap sarana pengelolaan lingkungan seperti ini sangat tinggi. Kami tentu sangat mendukung dan berambisi agar program penataan lingkungan, termasuk IPLT, bisa segera direalisasikan untuk mengantisipasi pencemaran lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan, Andi Ali Syahbana, menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten terus melakukan pendekatan, koordinasi, serta verifikasi terhadap usulan dari desa dan kecamatan mengenai penataan lingkungan dan pembangunan prasarana sanitasi.

Menurut Andi, beragam usulan pembangunan prasarana lingkungan, termasuk akomodasi sanitasi dan pengelolaan limbah, terus diselaraskan dengan kesiapan anggaran serta skala prioritas masing-masing wilayah.

“Untuk tahun-tahun ke depan, kami terus berproses melakukan survei dan pendataan terhadap usulan-usulan pembangunan sanitasi dan lingkungan dari bawah. Prinsipnya, pemerintah wilayah berupaya mengakomodasi kebutuhan prasarana dasar masyarakat secara berjenjang sesuai dengan alokasi anggaran nan tersedia,” terangnya.

Dengan adanya sinergi antara legislatif, pemerintah kecamatan, dan organisasi perangkat wilayah (OPD) terkait, pembangunan IPLT di Kabupaten Pamekasan diharapkan dapat segera terwujud. Kehadiran akomodasi tersebut diharapkan bisa mendukung terciptanya lingkungan nan bersih, sehat, serta mencegah pencemaran akibat limbah domestik nan tidak dikelola secara optimal. (fit/rul)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0