KABAR MADURA | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bangkalan mempercepat normalisasi saluran air dari area perkotaan menuju titik pembuangan akhir. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir nan kerap melanda wilayah perkotaan saat musim hujan.
Sebelumnya, banjir kerap terjadi di area perkotaan. Pendangkalan aliran air nan menghalang proses pembuangan menuju muara diduga menjadi salah satu penyebab genangan, terutama ketika intensitas hujan tinggi.
Melalui normalisasi tersebut, Dinas PUPR Bangkalan berambisi aliran air kembali lancar sehingga genangan nan selama ini memerlukan waktu lama untuk surut dapat diminimalkan.
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Bangkalan, Diah Fitriana Suryani, mengatakan, normalisasi dilakukan dari wilayah selatan hingga utara dengan memanfaatkan perangkat berat dan tenaga manual.
“Jika pada titik tertentu nan tidak bisa dijangkau perangkat berat, kami kerjakan secara manual, setidaknya ada 30 orang nan dikerahkan,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Menurut Diah, hasil survei tim teknis menunjukkan bahwa sistem drainase di area perkotaan sebenarnya cukup efektif. Namun, genangan nan kerap terjadi dan baru surut dalam waktu satu hingga dua jam diduga berangkaian dengan pendangkalan di muara akibat sedimentasi.
“Pengerjaan dilakukan tim dengan melakukan pembersihan baik seman ataupun sedimen di sekitar Perumahan Graha Mentari nan masuk dalam wilayah Pematusan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, seluruh pekerjaan normalisasi ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan. Pengerjaan dipercepat sebagai langkah taktis untuk memitigasi potensi banjir saat musim hujan.
Menurutnya, sasaran itu realistis lantaran pekerjaan dilakukan setiap hari selama sebulan penuh tanpa libur.
“Hasil Musrenbang berbareng para lurah disepakati untuk meminta pengarahan Bapak Bupati bahwa penanganan kudu konsentrasi di area pematusan dulu. Percuma kita capek membersihkan selokan di tengah kota jika rupanya pintu pembuang terakhirnya tersumbat dan membikin air mengantre,” tuturnya.
Sejumlah titik menjadi prioritas pengerukan. Di antaranya, saluran di area Perumahan Graha Mentari hingga Grand Kemayoran nan difokuskan pada pengerjaan manual. Sementara itu, perangkat berat telah dikerahkan ke area Perumahan Royal Garden sejak Sabtu lalu.
Selain itu, normalisasi juga menyasar Pematusan 3, ialah saluran di belakang Hikari hingga Pustu Jengkebuan, serta Pematusan 4, dari saluran di belakang Nyai Salimah hingga sungai.
“Pematusan 3 saluran di belakang Hikari hingga ke Pustu Jengkebuan dan Pematusan 4 saluran di belakang Nyai Salimah sampai ke Sungai, doakan saja sigap selesai,” tutupnya. (fik/zul)

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·