YOGYAKARTA, koranmadura.com – Mantan atlet binaraga Indonesia, Ade Rai, menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan. Menurutnya, banyak persoalan kesehatan saat ini berangkaian dengan pola hidup nan tidak seimbang dan minimnya kesadaran preventif.
Hal itu disampaikan Ade Rai saat menjadi narasumber dalam Lokakarya Media 2026 nan digelar SKK Migas-KKKS Jabanusa di Yogyakarta, Kamis, 17 September 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Menguatkan Kemitraan Hulu Migas dan Media dalam Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian Berkelanjutan”.
Ade Rai menjelaskan, penyakit tidak menular menjadi salah satu persoalan kesehatan utama nan erat kaitannya dengan perilaku masyarakat. Karena itu, upaya menjaga kesehatan tidak semestinya hanya berfokus pada pengobatan ketika seseorang sudah sakit.
Ia mendorong penguatan pendekatan promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan. Menurutnya, semakin baik pemahaman masyarakat mengenai kesehatan, semakin besar kesempatan untuk mencegah penyakit sekaligus mengurangi beban biaya pengobatan.
“Kalau kita mengajari masyarakat preventif-promotif, rupanya sakitnya kurang dan rupanya biaya ini pasti bisa kita gunakan untuk kebutuhan nan lain,” ujar Ade Rai.
Selain pola hidup, Ade Rai juga mengingatkan masyarakat mengenai toksisitas alias paparan beragam unsur dan aspek lingkungan nan semakin susah dihindari dalam kehidupan modern.
“Dulu kita dijajah secara fisikalitas, hari ini kita dijajah secara toksisitas,” katanya.
Menurut dia, masyarakat sekarang menghadapi beragam tantangan, mulai dari kualitas makanan, penggunaan pestisida, rekayasa pangan hingga paparan dari lingkungan modern. Karena itu, kesadaran terhadap apa nan dikonsumsi dan lingkungan tempat hidup menjadi bagian krusial dalam menjaga kesehatan.
Ade Rai menekankan, kesehatan tidak cukup dijaga dengan mengandalkan obat alias jasa medis. Intervensi medis tetap krusial ketika seseorang mengalami masalah kesehatan, tetapi pencegahan kudu menjadi perhatian sejak awal.
Ia menyebut beberapa fondasi sederhana nan perlu diperhatikan masyarakat, ialah memperhatikan apa nan dikonsumsi, berolahraga secara teratur, serta menjaga pola istirahat.
“Pengetahuan adalah sebuah kekuatan jika diaplikasikan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ade Rai juga membujuk para wartawan untuk ikut mengambil peran melalui edukasi publik. Menurutnya, pekerjaan jurnalistik mempunyai ruang besar untuk menyebarkan pemahaman nan betul kepada masyarakat, termasuk mengenai kesehatan.
Ia berambisi edukasi nan konsisten dapat mendorong masyarakat lebih sadar dan disiplin menjaga kesehatan sebelum persoalan menjadi lebih berat.
“Setiap kali kita punya masalah, nomor satu jangan pernah nyalain orang lain dan membenarkan diri kita sendiri,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/DIK)

5 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·