30 Kelompok Tani di Sampang Terima Mesin Perajang Tembakau dari DBHCHT 2026

57 menit yang lalu 2

KABAR MADURA | Sebanyak 30 golongan tani (poktan) di Kabupaten Sampang mendapat support mesin perajang tembakau untuk membantu menekan biaya produksi dan mempercepat proses pengolahan hasil panen.

Bantuan nan disalurkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang tersebut berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Disperta KP Sampang, Nurdin, mengatakan sebanyak 30 unit mesin perajang tembakau dialokasikan kepada 30 golongan tani nan tersebar di sejumlah kecamatan.

Menurutnya, support tersebut merupakan bagian dari program support pemerintah wilayah terhadap petani tembakau nan dilaksanakan secara berjenjang setiap tahun.

Penggunaan mesin perajang diharapkan dapat membantu petani mengurangi ketergantungan pada proses pengolahan secara manual, sehingga waktu dan tenaga nan dibutuhkan menjadi lebih efisien.

“Dengan menggunakan mesin perajang ini diharapkan agar para petani dapat menekan biaya usaha, lantaran lebih efisien waktu dan tenaga,” tutur Nurdin kepada Kabar Madura, Selasa (27/10/2026).

Nurdin menjelaskan, keberadaan mesin perajang diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan tembakau setelah panen.

Selain menghemat waktu, penggunaan peralatan tersebut juga diharapkan bisa meningkatkan efektivitas pengolahan bahan baku dan menunjang produktivitas upaya tani.

Menurutnya, efisiensi dalam proses pengolahan menjadi salah satu aspek krusial untuk membantu petani mengendalikan pengeluaran produksi.

Karena itu, support peralatan pertanian tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah pekerjaan, tetapi juga memberikan faedah ekonomi bagi golongan tani penerima.

Meski demikian, Nurdin menekankan bahwa pemanfaatan support kudu dilakukan secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh personil kelompok.

Dia meminta mesin perajang tidak hanya digunakan untuk kepentingan perseorangan, melainkan dikelola berbareng sesuai dengan kebutuhan personil poktan.

“Pemerintah berambisi support nan diberikan ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan individu, tetapi juga dikelola secara berbareng oleh personil poktan,” ungkapnya.

Selain pemanfaatan secara kolektif, Disperta KP Sampang juga mengingatkan pentingnya perawatan mesin agar support tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.

Menurut Nurdin, peralatan nan dirawat dengan baik bakal mempunyai masa pakai lebih panjang, sehingga golongan tani tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk penggantian perangkat dalam waktu dekat.

Dia berambisi support nan berasal dari DBHCHT tersebut betul-betul dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas produksi dan pengolahan tembakau.

Dengan pengelolaan nan tepat, keberadaan mesin perajang diharapkan bisa membantu petani meningkatkan efisiensi upaya sekaligus memberikan nilai tambah terhadap hasil pertanian.

“Keberadaan mesin perajang ini dapat memberikan faedah nan lebih luas dan berkepanjangan serta memberikan nilai tambah bagi hasil pertaniannya,” tukasnya. (sub/waw)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0