Bogor, Penamadura.com – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, mengingatkan 261 aparatur sipil negara (ASN) nan baru berasosiasi ke Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) agar menjadikan integritas dan pelayanan kepada jemaah sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas.
Pesan tersebut disampaikan Menhaj saat membuka Entry Program bagi 261 ASN hasil mutasi ke Kemenhaj di Bogor, Jawa Barat, Senin (20/7/2026).
“Kita tidak main-main dengan haji. Kita mendapatkan amanah untuk mengelola penyelenggaraan haji, terlebih ini menyangkut pelayanan kepada masyarakat dan penyelenggaraan ibadah,” tegas Menhaj.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaah merupakan petunjuk langsung Presiden Prabowo Subianto sejak pembentukan Kementerian Haji dan Umrah. Karena itu, seluruh pegawai diminta menjadikan pelayanan terbaik sebagai orientasi utama dalam setiap pekerjaan.
Menhaj menjelaskan, kehadiran 261 ASN baru diharapkan memperkuat organisasi sekaligus mendukung percepatan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi. Ia memastikan pengembangan pekerjaan di lingkungan Kemenhaj bakal didasarkan pada kompetensi dan kinerja.
“Jenjang pekerjaan di sini disesuaikan dengan kapabilitas dan kinerja. Karena kementerian ini terus berkembang, kesempatan pekerjaan semakin terbuka, termasuk kesempatan menjadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh pegawai nan berasosiasi telah melewati proses seleksi dan pemeriksaan rekam jejak secara ketat, termasuk berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), guna memastikan integritas setiap ASN.
“Kementerian kita termasuk nan paling diwanti-wanti Presiden agar tidak melakukan korupsi dan pelanggaran. Fondasi integritas ini kudu terus dijaga lantaran jika sejak awal tidak mempunyai integritas, bakal susah memperbaikinya,” katanya.
Sebagai kementerian baru, lanjut Menhaj, Kemenhaj tengah membangun budaya kerja nan disiplin, tepat waktu, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan jemaah. Ia mengingatkan agar seluruh pegawai meninggalkan ego sektoral dan memperkuat sinergi antarunit kerja.
“Kita kudu membangun budaya kerja kolaboratif nan berfokus pada pelayanan jemaah. Kompetensi membikin seseorang diterima, tetapi integritas membikin seseorang dipercaya,” tuturnya.
Menhaj juga meminta seluruh ASN baru segera beradaptasi lantaran persiapan penyelenggaraan haji tahun 2027 telah dimulai.
“Kita sudah berlari menyiapkan haji 2027. Seluruh peserta kudu segera belajar dan beradaptasi. Kalau tidak, bakal tertinggal,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Menhaj berpesan agar seluruh pegawai menjaga nama baik Kementerian Haji dan Umrah, baik saat menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya tidak mau ada cerita negatif berupa pelanggaran alias perbuatan nan dikaitkan dengan Kementerian Haji dan Umrah. Jaga nama baik kementerian ini,” pungkasnya. (Red/Emha)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·