PAMEKASAN, koranmadura.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan indikasi stroke nan muncul secara mendadak. Keterlambatan penanganan dapat meningkatkan akibat kematian, kerusakan otak, kelumpuhan, hingga kecacatan permanen.
Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Erlina, menjelaskan bahwa indikasi utama stroke antara lain wajah mencong, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, bicara pelo, gangguan penglihatan, dan gangguan keseimbangan.
Menurutnya, masyarakat dapat mengenali tanda-tanda stroke melalui metode FAST, ialah Face alias wajah tidak simetris, Arm alias lengan melemah, Speech alias gangguan bicara, serta Time nan berfaedah segera mencari pertolongan medis.
“Keluhan seperti pusing, sakit kepala, dan kesemutan memang dapat disebabkan beragam kondisi. Namun, jika muncul mendadak disertai gangguan mobilitas alias bicara, kondisi tersebut kudu dicurigai sebagai stroke,” ungkap Erlina, Selasa, 15 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, indikasi nan menghilang dalam beberapa menit juga tidak boleh dianggap aman. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda serangan iskemik sementara alias transient ischemic attack (TIA), nan tetap memerlukan pemeriksaan medis segera.
Erlina mengimbau family agar segera membawa pasien ke instalasi darurat gawat (IGD) rumah sakit nan bisa menangani stroke akut. Waktu pertama kali indikasi muncul juga sebaiknya dicatat untuk membantu proses penanganan medis.
“Keluarga juga diminta tidak memijat pasien, memberikan obat sembarangan, alias memaksa pasien makan dan minum. Apabila diperlukan, puskesmas dapat melakukan stabilisasi awal dan mengatur rujukan ke rumah sakit,” jelasnya.
Menurutnya, penanganan nan sigap sangat krusial untuk meningkatkan kesempatan pasien mendapatkan terapi nan tepat sekaligus mengurangi akibat komplikasi.
“Masyarakat pun diingatkan agar tidak menunggu kondisi penderita memburuk. Begitu indikasi stroke muncul secara mendadak, pertolongan medis kudu segera dicari,” ujarnya.
Berdasarkan info Dinkes Pamekasan, tercatat sebanyak 809 kasus stroke hingga September 2026. Sementara itu, sepanjang 2025, jumlah kasus mencapai 849. (SUDUR/DIK)

3 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·