KABAR MADURA | Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang terus berupaya menekan nomor anak tidak sekolah (ATS) nan mencapai sekitar 23 ribu anak melalui penemuan Gerbang Sabilillah alias Gerakan Bangkit Sadar Kembali ke Sekolah.
Salah satu langkah nan dilakukan Disdik Sampang, ialah menjalin kerja sama dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) untuk melakukan verifikasi dan pengesahan (verval) terhadap info anak tidak sekolah.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama sekaligus pengarahan teknis (bimtek) verifikasi, validasi, dan pengembalian ATS ke jasa pendidikan. Kegiatan itu bertempat di SMP 1 Sampang nan berjalan selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (5-7/11/2026).
Kepala Disdik Sampang Nor Alam melalui Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Dewi Trisna mengatakan, penanganan ATS memerlukan keterlibatan beragam pihak agar anak-anak nan belum mengenyam pendidikan alias putus sekolah bisa kembali mendapatkan jasa pendidikan.
Menurutnya, melalui kerja sama tersebut sebanyak 272 personil Muslimat NU dilibatkan untuk melakukan verifikasi dan pengesahan di 186 desa dan kelurahan di wilayah Bumi Bahari itu.
“Data sasaran sudah tersedia secara by name by address dari pusdatin. Selanjutnya, dilakukan verifikasi dan pengesahan langsung untuk mengetahui kondisi masing-masing anak serta langkah penanganan nan bisa dilakukan,” tutur Dewi kepada Kabar Madura.
Dewi menjelaskan, terdapat tiga kategori anak tidak sekolah nan menjadi sasaran pendataan. Yakni anak putus sekolah alias drop out, anak nan telah lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan (LTM), serta anak nan belum pernah berguru (BPB).
Selama aktivitas berlangsung, para peserta mendapatkan pengarahan teknis mengenai tata langkah pengisian instrumen verifikasi dan validasi. Mereka juga dibekali pemahaman tentang corak intervensi nan dapat dilakukan untuk mendorong anak kembali bersekolah.
“Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan para personil Muslimat NU dapat mengidentifikasi kondisi anak secara langsung di lapangan. Sehingga penanganan nan diberikan nantinya sesuai dengan persoalan dan kebutuhan masing-masing anak,” ungkapnya.
Lebih lanjut Dewi menyampaikan, penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Sampang, perwakilan Kementerian Agama (Kemenag), Badan Pusat Statistik (BPS), Bappelitbangda, Dispendukcapil, dan DPMD Sampang, serta kepala bagian Dinas Pendidikan (Cabdin) Sampang, serta ketua Dewan Pendidikan Sampang.
Materi bimtek disampaikan oleh narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Inspektorat dan Bappelitbangda Sampang, serta operator ATS.
“Melalui kerjasama lintas sektor ini, Disdik Sampang berambisi nomor anak tidak sekolah dapat ditekan secara berjenjang dan semakin banyak anak di Sampang nan kembali memperoleh kewenangan pendidikan,” pungkasnya. (sub/waw)

15 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·