Sekolah Dibongkar, Siswa SDN Katol Barat 1 Belajar di Halaman Rumah Warga

1 jam yang lalu 3

KABAR MADURA | Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Katol Barat 1, Kecamatan Geger, Bangkalan, terpaksa melaksanakan aktivitas belajar mengajar (KBM) di laman dan teras rumah penduduk sejak sebulan terakhir.

Kondisi tersebut terjadi setelah lahan sekolah digunakan untuk keperluan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) nan rencananya dimulai pada akhir 2026.

Akibatnya, para siswa kudu meninggalkan ruang kelas nan sebelumnya teduh dan nyaman. Mereka sekarang belajar di ruang terbuka dengan akomodasi terbatas. Tidak jarang, aktivitas belajar terganggu oleh kendaraan nan melintas di sekitar lokasi.

Salah seorang pembimbing SDN Katol Barat 1, Karunia Susiana, mengatakan, kondisi itu berakibat signifikan terhadap kenyamanan siswa selama mengikuti pembelajaran. Sebab, ruang belajar nan sebelumnya terpisah berasas kelas sekarang kudu digunakan secara berbarengan oleh beberapa rombongan belajar.

“Kalau kenyamanan pasti berubah, lantaran awalnya dalam ruang kelas, sekarang dalam laman rumah alias teras diisi lebih dari satu. Misalnya kelas satu, dua, dan tiga, apalagi kelas satu nan tetap susah diatur,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).

Di tengah kondisi tersebut, Bupati Bangkalan Lukman Hakim disebut telah memberikan perhatian dengan menawarkan pengganti tempat belajar. Menurut Susiana, para siswa sempat ditawari untuk menempati pabrik air bungkusan milik bupati agar KBM berjalan lebih kondusif.

Namun, tawaran tersebut tidak diterima oleh siswa dan wali murid. Mereka merasa kurang nyaman menggunakan gedung tersebut lantaran dianggap mempunyai suasana angker.

“Ditawari Pak Bupati untuk memakai pabrik air bungkusan miliknya, namun wali siswa tidak mau lantaran argumen seram,” ungkapnya.

Sementara itu, dua tenda darurat nan disediakan Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan dinilai belum bisa menjadi solusi. Fasilitas ity justru dikeluhkan siswa lantaran tidak memberikan kenyamanan saat digunakan untuk belajar.

Susiana menjelaskan, kondisi tenda terasa panas ketika musim kemarau. Sebaliknya, saat hujan turun, lantai tanah di dalam tenda menjadi becek sehingga tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai ruang belajar nan nyaman.

“Kemarau kemarin itu panas jadi siswa mengeluh, terus saat hujan becek. Jadi tendanya buat menyimpan peralatan sekolah saja,” terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdik Bangkalan, Ali Yusri Purwanto, membantah siswa belajar di ruang terbuka. Dia menyebut, pihaknya telah menyediakan tenda sebagai akomodasi penunjang KBM di SDN Katol Barat 1.

“Sudah kami siapkan tenda, siapa bilang ruang terbuka, hati-hati jika bikin statement ya,” tegasnya. (fik/zul)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0