

KABAR MADURA | BEM SI Kerakyatan Jawa Timur Korda Madura Raya menggelar tindakan simbolik di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Jumat (21/8/2026). Aksi tersebut menjadi bagian dari refleksi mahasiswa terhadap beragam persoalan sosial, ekonomi, dan kebijakan nan dinilai tetap menyisakan ketimpangan di Madura.
Presiden Mahasiswa UTM, Mahrus Ali, menyampaikan bahwa tindakan tersebut merupakan ruang refleksi mahasiswa untuk memandang kembali makna kemerdekaan di tengah persoalan nan tetap dihadapi masyarakat. “Kemerdekaan bukan hanya menjadi simbol, tetapi kudu betul-betul terasa makna dari kemerdekaan itu sendiri,” ujarnya.
Koordinator Wilayah BEM SI Kerakyatan Jawa Timur, Moh. Iskil El Fatih, menegaskan bahwa refleksi tersebut kudu diwujudkan dalam sikap dan perjuangan mahasiswa. “28 Agustus bukan sekadar momentum, tetapi menjadi pengingat bahwa bunyi rakyat tetap berhadapan dengan ketimpangan dan kebijakan nan belum sepenuhnya berpihak. Dari Madura nan kaya sumber daya, kami menuntut keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat,” tegasnya.
Dalam tindakan tersebut, BEM SI Kerakyatan Madura Raya menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari pengelolaan minyak dan gas, penertiban galian C, pemerataan pendidikan dan kesehatan, pengentasan kemiskinan, hingga perlindungan terhadap korban kekerasan seksual.
Sebagai tindak lanjut dari refleksi tersebut, BEM SI Kerakyatan Jawa Timur Korda Madura Raya menyatakan bakal membersamai tindakan BEM SI Kerakyatan Jawa Timur pada 28 Agustus 2026. Keterlibatan tersebut menjadi corak konsistensi mahasiswa Madura dalam membawa persoalan wilayah ke ruang perjuangan berbareng di tingkat Jawa Timur. (*)


1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·