KABAR MADURA | Realisasi produksi garam rakyat di Bangkalan pada semester pertama 2026 mengalami penurunan drastis. Dari total luas lahan produksi nan mencapai 204,9 hektare, garam nan sukses dihasilkan hanya 5,5 ton. Capaian tersebut jauh berbeda dibandingkan produksi pada semester kedua 2025.
Kepala Bidang (Kabid) Budidaya Perikanan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Bangkalan, Achmad Hidayat Kurniawan, menyampaikan bahwa berasas info nan dihimpun, hasil produksi garam pada semester pertama 2026 tetap sangat terbatas.
“Produksi tercatat di dua kecamatan, ialah Kwanyar sebanyak 1,5 ton dan Tanjung Bumi sebesar 4 ton. Sementara tiga kecamatan lainnya belum mencatatkan hasil produksi,” ujarnya, Senin (2/10/2026).
Kondisi itu berbanding terbalik dengan capaian produksi pada 2025. Selama semester kedua 2025, produksi garam rakyat Bangkalan mencapai 1.048 ton. Kecamatan Kwanyar menjadi penyumbang terbesar dengan 439 ton, disusul Klampis sebanyak 163 ton, Tanjung Bumi 150 ton, Sepulu 149 ton, dan Kamal 147 ton.
Di sisi lain, peningkatan jumlah Kelompok Usaha Garam (Kugar) rupanya belum berbanding lurus dengan capaian produksi. Berdasarkan info DPPKP Bangkalan, jumlah Kugar bertambah dari 13 golongan pada 2025 menjadi 16 golongan pada 2026.
Meski demikian, penambahan tiga golongan tersebut belum bisa mendongkrak produksi secara signifikan. Terlebih, luas lahan produksi garam tercatat tetap sama, ialah 204,9 hektare.
“Kelompok upaya garam dari laporan tercatat ada penambahan menjadi 16 dari sebelumnya 13 golongan pada tahun 2025 dan untuk lahan tetap sama,” ungkapnya.
Dari sisi persebaran wilayah, produksi garam rakyat di Bangkalan tetap bertumpu pada sejumlah kecamatan pesisir, ialah Kwanyar, Klampis, Sepulu, dan Tanjung Bumi.
Menurut Kurniawan, salah satu aspek utama nan memengaruhi hasil produksi garam adalah lama musim hujan dan kemarau. Perbedaan panjang musim itu turut menentukan intensitas produksi garam di masing-masing wilayah.
“Pengaruh utama ya musim panjang alias pendeknya musim,” terangnya.
Selain aspek cuaca, persoalan prasarana tambak juga menjadi kendala. Salah satunya pintu masuk air tambak nan tertutup pasir sehingga berpotensi menghalang aliran air laut menuju area produksi.
“Kondisi prasarana tambak di Kecamatan Tanjung Bumi ada nan tertutup,” tutupnya. (fik/zul)

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·