Lahan Akan Digunakan untuk SR, Gedung SDN Katol Barat 1 Mulai Dibongkar

1 jam yang lalu 3

KABAR MADURA | Aktivitas pembongkaran mulai terlihat di lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Katol Barat 1, Bangkalan. Bangunan sekolah itu disiapkan untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat (SR).

Pantauan Kabar Madura pada Selasa (03/11/2026), sejumlah bagian gedung sudah kehilangan genting dan plafon. Kondisi itu terlihat pada nyaris seluruh ruangan, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, hingga ruang guru.

Salah satu pembimbing SDN Katol Barat 1, Karunia Susiana, menjelaskan, pembongkaran sudah berjalan sejak sekitar satu bulan lalu. Pekerjaan diawali dengan menurunkan genteng dan material lain nan berada di bagian atas bangunan.

“Untuk genteng dan karvalum sudah dilakukan sekitar satu bulan lalu,” ujarnya.

Dia menyampaikan, proses pembongkaran tetap bakal bersambung hingga seluruh gedung dirobohkan. Sebab, lahan sekolah itu nantinya bakal dimanfaatkan untuk pembangunan SR.

Untuk merobohkan bagian tembok, diperlukan support perangkat berat. Karunia menyebut, pembongkaran secara keseluruhan nantinya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan.

“Untuk tembok kayak gini memerlukan perangkat berat, insya Allah Dinas siap, kelak dibongkar total,” ungkapnya.

Di sisi lain, kepastian mengenai keberlanjutan aktivitas pendidikan para siswa tetap belum jelas. Karunia mengaku belum memperoleh info pasti mengenai skema nan bakal diterapkan, apakah sekolah bakal direlokasi alias siswa dipindahkan untuk belajar di SR.

Dia mengatakan, salah satu hambatan nan tetap dihadapi adalah belum tersedianya lahan pengganti untuk pembangunan gedung sekolah baru. Saat ini, letak pengganti tetap dalam tahap pencarian dan perlu disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

Karunia berharap, setelah lahan baru ditemukan, pembangunan gedung sekolah bisa segera direalisasikan. Dengan begitu, para siswa dapat kembali menjalani aktivitas belajar mengajar di lingkungan sekolah nan memadai.

“Untuk letak barunya belum tahu, tetap proses pencarian, kelak jika sudah menemukan lahan baru mungkin segera dibangun agar siswa dapat belajar seperti semula,” tukasnya. (fik/zul)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0