KABAR MADURA | Pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pamekasan periode 2026–2031 resmi dikukuhkan oleh Wakil Ketua DPW PKB Jatim H. Musyafak Rouf, Minggu (18/10/2026) di Hotel Odaita Pamekasan.
Ketua DPC PKB Pamekasan H. Ali Wafa Subkie mengatakan, pengukuhan kepengurusan kudu diikuti dengan kerja nyata. Karena itu, orientasi politik dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) menjadi momentum untuk menyamakan langkah sekaligus merumuskan prioritas organisasi.
“Jangan sampai pengukuhan selesai, SK sudah diterima, tetapi setelah itu tidak ada aktivitas nan nyata,” paparnya.
Menurut dia, pembenahan organisasi menjadi salah satu prioritas utama. Penguatan struktur bakal dilakukan hingga tingkat pengurus anak bagian (PAC) dan ranting agar seluruh komponen partai dapat menjalankan peran secara aktif.
Selain konsolidasi, kaderisasi menjadi perhatian untuk mempersiapkan sumber daya manusia nan berkualitas. PKB, kata dia, memerlukan kader nan tidak hanya siap menghadapi kontestasi politik, tetapi juga bisa memahami dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Kalau struktur di bawah hidup, kader bergerak, dan masyarakat merasakan manfaatnya, organisasi bakal tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.
Kepengurusan di bawah kepemimpinannya itu langsung dihadapkan pada sejumlah agenda politik, mulai dari penguatan struktur organisasi hingga persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Tak cukup itu, PKB Pamekasan menurutnya, menargetkan peningkatan keterwakilan di DPRD Pamekasan menjadi 10 bangku pada Pemilu 2029. Selain itu, partai tersebut mulai menyiapkan kader untuk mengambil peran dalam kontestasi Pilkada 2029.
Ali Wafa menjelaskan, sasaran 10 bangku DPRD pada 2029 kudu diiringi dengan persiapan sejak dini. Pemetaan wilayah pemilihan (dapil), penguatan organisasi, dan peningkatan kerja politik di tengah masyarakat menjadi bagian dari strategi nan bakal dijalankan.
PKB Pamekasan juga berupaya menyiapkan kader nan mempunyai kapabilitas untuk berkompetisi dalam Pilkada 2029. Persiapan tersebut dinilai tidak bisa dilakukan secara mendadak, tetapi memerlukan proses kaderisasi dan penguatan pedoman politik.
Di luar sasaran elektoral, PKB Pamekasan menyoroti sejumlah persoalan wilayah nan perlu mendapat perhatian, di antaranya pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, UMKM, pertanian, pelayanan publik, serta kesiapan air bersih.
Ali Wafa menilai, persoalan kekeringan dan pengedaran air bersih perlu mendapat perhatian serius. Penanganannya tidak cukup hanya dengan mengirimkan support air ketika musim kemarau, tetapi juga memerlukan perencanaan jangka panjang.
Optimalisasi sumber air, pengembangan penampungan air hujan, pemanfaatan embung, dan perbaikan pengedaran air menjadi sejumlah upaya nan menurut dia perlu diperjuangkan berbareng pemerintah dan pihak terkait.
“Persoalan seperti ini kudu masuk dalam agenda perjuangan politik kita lantaran menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tuturnya.
Untuk memastikan program partai sesuai dengan kebutuhan warga, pengurus PKB juga didorong memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Aspirasi dari petani, pelaku UMKM, kalangan pesantren, pemuda, perempuan, hingga masyarakat desa perlu dihimpun dan ditindaklanjuti.
Menurut Ali Wafa, aspirasi masyarakat nan berangkaian dengan kebijakan pemerintah dapat diperjuangkan melalui jalur politik, termasuk melalui personil DPRD.
Sementara itu, pertimbangan kepengurusan bakal dilakukan dengan memandang perkembangan struktur organisasi, aktivitas kaderisasi, tindak lanjut aspirasi, serta realisasi program kerja. Dalam tiga bulan pertama, DPC PKB Pamekasan menargetkan pemetaan struktur, pembagian tugas, dan penyusunan agenda kerja setiap bagian mulai berjalan.
Dia menegaskan, keberhasilan pengurus tidak cukup diukur dari banyaknya rapat alias kegiatan, tetapi juga dari faedah nan dirasakan masyarakat.
“Yang lebih mereka butuhkan adalah apa nan bisa dilakukan oleh pengurus tersebut untuk masyarakat,” pungkasnya. (fit/rul)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·