SUMENEP, Kompasmadura.com — PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) terus memperkuat perannya sebagai salah satu motor penggerak perekonomian daerah.
Tidak hanya mencatatkan pertumbuhan keahlian perusahaan, bank milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut juga memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, SE., mengungkapkan bahwa hingga tahun 2026, perusahaan telah menyetorkan PAD lebih dari Rp7,2 miliar kepada Pemkab Sumenep.
Menurutnya, kontribusi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan wilayah melalui pembagian 55 persen dari untung bersih perusahaan.
Namun capaian itu meningkat dibandingkan tahun 2025. Pada periode tersebut, BPRS Sumenep membukukan untung bersih sekitar Rp13 miliar dengan setoran PAD mencapai Rp7 miliar.
Sementara itu, Jika dihitung sejak awal berdiri hingga 2026, total kontribusi BPRS Sumenep terhadap PAD Kabupaten Sumenep telah mencapai sekitar Rp117 miliar.
“Sebagai BUMD, kami tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan perusahaan, tetapi juga mempunyai tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah” ungkap Hairil Fajar, Selasa (3/11/2026).
Dari sisi permodalan, perkembangan BPRS Sumenep juga menunjukkan tren positif. Sejak mulai beraksi pada 2002 dengan modal awal sekitar Rp 40 miliar, kekuatan modal perusahaan terus mengalami peningkatan.
Bahkan, setelah melewati masa pandemi COVID-19, penguatan permodalan dilakukan secara berkepanjangan hingga mencapai Rp173 miliar pada 2026.
Ekspansi pelayanan juga menjadi bagian dari strategi perusahaan. Saat ini, BPRS Sumenep telah mengoperasikan 31 instansi nan menjangkau wilayah daratan dan kepulauan Kabupaten Sumenep hingga Kabupaten Pamekasan.
Perluasan jaringan tersebut diharapkan bisa memperpendek akses masyarakat terhadap jasa finansial syariah, sekaligus membuka kesempatan pembiayaan bagi pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Untuk menjaga pertumbuhan bisnis, BPRS Sumenep menerapkan sejumlah strategi pemasaran nan diarahkan pada peningkatan loyalitas pengguna dan penguatan pedoman info pelaku usaha.
Salah satunya melalui program promosi gadai emas dengan pemberian bingkisan langsung bagi pengguna di sejumlah instansi nan sedang dikembangkan.
Selain itu, petugas lapangan juga secara aktif melakukan pendataan dan pemetaan pelaku UMKM di masing-masing wilayah kerja. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun pedoman info pengguna nan terintegrasi sehingga potensi upaya dapat terus dipantau secara berkelanjutan.
BPRS Bhakti Sumekar juga mendorong masyarakat membangun kebiasaan menabung sebelum mengusulkan pembiayaan. Strategi ini dinilai krusial untuk mengenali pola pengelolaan finansial serta karakter calon pengguna sebelum diberikan akomodasi permodalan.
Dari program tersebut, perusahaan mencatat sebanyak 2.880 rekening aktif dengan jasa jemput bola alias pick-up nan tersebar di seluruh jaringan kantor.
Hairil Fajar berharap, capaian positif sepanjang 2026 dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Dengan demikian, keberadaan BPRS Bhakti Sumekar tidak hanya memperkuat keahlian perusahaan, tetapi juga memberikan faedah lebih luas bagi masyarakat.
“Kami berambisi keahlian tahun ini terus meningkat dan memberikan akibat nyata, baik terhadap pendapatan wilayah maupun penguatan ekonomi masyarakat Sumenep dan sekitarnya,” pungkasnya (Rie/Nin)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·