KM/IST | TARGET MELESET: Kontingen kickboxing Sumenep membawa pulang sembilan medali, terdiri atas empat perak dan lima perunggu, dari Kejurprov Kickboxing Jawa Timur 2026 nan berjalan di THR Mall Surabaya pada 9–11 Oktober 2026.KABAR MADURA | Target lencana emas kontingen kickboxing Sumenep dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kickboxing Jawa Timur 2026 tidak tercapai. Minimnya persiapan dan belum dipahaminya karakter atlet menjadi hambatan nan diakui pengurus, meski 9 lencana sukses dibawa pulang dari arena nan berjalan pada 9–11 Oktober di THR Mall Surabaya tersebut.
Kontingen Kota Keris kudu puas mengoleksi empat lencana perak dan lima perunggu. Hasil itu menunjukkan atlet Sumenep bisa bersaing, tetapi belum cukup untuk memenuhi sasaran tertinggi dalam kejuaraan tingkat provinsi tersebut.
Ketua Kickboxing Indonesia (KBI) Sumenep Rahmad Fambudi mengakui, persiapan nan singkat menjadi salah satu aspek belum tercapainya sasaran emas. Terlebih, bagian olahraga (cabor) kickboxing di Sumenep baru terbentuk pada 5 September 2026, alias sekitar sebulan sebelum kejuaraan digelar.
“Kontingennya kan tetap baru-baru, jadi kami tetap belum memahami karakter mereka. Ditambah lagi persiapannya sangat singkat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan atlet tetap menghadapi pekerjaan rumah. Selain keterbatasan waktu latihan, tim pembimbing belum sepenuhnya mengenali karakter masing-masing petarung. Padahal, pemetaan keahlian atlet dan penyusunan strategi menjadi aspek krusial dalam menghadapi musuh di level provinsi.
Rahmad menilai, raihan 9 lencana tetap menjadi modal awal bagi perkembangan kickboxing Sumenep. Namun, hasil tersebut juga perlu menjadi bahan pertimbangan agar capaian berikutnya tidak berakhir pada lencana perak dan perunggu.
“Hasil nan diraih para atlet ini sudah sangat membanggakan meski sasaran awal meraih lencana emas belum terpenuhi. Namun, secara keseluruhan ini menjadi awal nan sangat bagus bagi cabor baru,” katanya.
Menurut Rahmad, KBI Sumenep perlu membenahi pola pembinaan, meningkatkan intensitas latihan, serta memetakan potensi dan karakter atlet secara lebih terukur. Langkah itu dinilai krusial agar persiapan menuju kejuaraan berikutnya tidak kembali terkendala persoalan serupa.
“Perolehan lencana ini bakal menjadi modal awal untuk mengembangkan prestasi kami ke depan. Pembenahan pembinaan dan persiapan nan lebih matang diharapkan bisa membuka kesempatan meraih lencana emas pada kejuaraan mendatang,” imbuhnya. (ara/waw)

45 menit yang lalu
1









English (US) ·
Indonesian (ID) ·