PAMEKASAN, koranmadura.com – Menghadapi akibat ancaman tandus panjang nan kian meluas, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, bersiap menggelar salat Istisqa secara serentak.
Kendati demikian, kepastian agenda penyelenggaraan ibadah memohon hujan tersebut tetap menunggu pengarahan dan dawuh dari jejeran ustad sepuh, khususnya Syuriah serta Mustasyar PCNU Pamekasan.
Ketua PCNU Pamekasan, KH. Muchlis Nasir menjelaskan bahwa peribadatan ini nantinya tidak hanya dipusatkan di tingkat cabang, melainkan bakal diinstruksikan hingga ke tingkat Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) di tiap kecamatan serta Badan Otonom (Banom) NU.
“Salat Istisqa tetap menunggu perintah dari para ustad sepuh, dalam perihal ini Rais Syuriah dan Mustasyar,” kata Ketua PCNU Pamekasan, KH. Muchlis Nasir, Senin, 5 Oktober 2026 hari ini.
KH. Muchlis mengungkapkan, gelombang aspirasi dari jejeran pengurus ranting hingga penduduk nahdliyin nan menanyakan kepastian salat Istisqa terus bermunculan seiring makin surutnya sumber air bersih.
“Salat Istisqa ini untuk memohon kepada Allah agar diberikan hujan,” ujarnya.
Di samping persiapan ritual permohonan hujan, PCNU Pamekasan mengimbau masyarakat luas untuk mengetatkan penggunaan air serta memprioritaskan penghematan pasokan domestik.
“Kita membujuk masyarakat menyikapi prediksi tandus panjang ini dengan menggunakan air secara bijak,” jelasnya.
Melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim (LPBI) NU, PCNU Pamekasan juga bergerak aktif memetakan sebaran titik krisis air bersih, termasuk mendistribusikan support logistik air ke pemukiman penduduk serta pondok pesantren.
“Kami terus mendorong koordinasi dengan pihak mengenai untuk memandang titik-titik mana nan kekurangan air, sehingga masyarakat nan betul-betul terdampak bisa segera teratasi,” katanya.
KH. Muchlis menegaskan, kluster santri di sejumlah pesantren nan mengalami kelangkaan air bersih turut menjadi konsentrasi intervensi support sosial.
“Santri juga menjadi pantauan kami. Ada beberapa santri nan mengalami kesulitan air dan sudah kami pantau serta bantu,” ungkapnya.
Ia menandaskan bahwa agenda salat Istisqa bakal diumumkan dalam kurun waktu dekat begitu restu ustad sepuh diturunkan, sekaligus meminta umat Islam di Pamekasan kompak meramaikan saf shalat di wilayah masing-masing.
“Dalam waktu dekat mungkin kami bakal melakukan salat Istisqa. Kami tetap menunggu perintah. Harapannya, ketika ada imbauan, masyarakat bisa beramai-ramai ikut bersama-sama sesuai petunjuk masing-masing wilayah,” pungkasnya. (Sudur/Fine)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·