PAMEKASAN, koranmadura.com – Kasus stroke di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, hingga September 2026 mencapai 809 kasus. Angka tersebut mendekati total kasus sepanjang 2025 nan tercatat sebanyak 849 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Saifudin, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Erlina, menjelaskan bahwa info tersebut dihimpun dari rumah sakit, puskesmas, dan akomodasi pelayanan kesehatan lainnya.
“Jumlah kasus 2026 sudah mencapai sekitar 95,3 persen dari total tahun sebelumnya, belum dapat disimpulkan terjadi peningkatan ataupun penurunan. Sebab, periode pencatatan berbeda dan info tahun ini tetap dapat bertambah,” ungkap Erlina, Kamis, 15 Oktober 2026.
Erlina mengaku belum merinci sebaran kasus berasas golongan usia maupun kecamatan dengan jumlah penderita tertinggi. Data pasien nan meninggal dunia, mengalami kelumpuhan, alias memerlukan perawatan jangka panjang juga belum dipaparkan.
Menurut Erlina, stroke dapat menyerang beragam golongan usia, termasuk masyarakat usia produktif. Risiko tersebut meningkat andaikan seseorang mempunyai aspek pemicu nan tidak terdeteksi alias tidak terkendali.
“Hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, penyakit jantung, obesitas, dan kebiasaan merokok merupakan sejumlah aspek nan perlu diwaspadai,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat diimbau rutin memeriksakan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol meskipun merasa sehat. Pasalnya, hipertensi dan glukosuria kerap tidak menimbulkan indikasi pada tahap awal.
Dinkes Pamekasan juga mendorong penguatan program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), terutama melalui skrining kesehatan, edukasi pola hidup sehat, dan pemantauan pengobatan.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi aspek akibat sejak awal sekaligus menekan akibat stroke dan komplikasi nan ditimbulkannya. (SUDUR/DIK)

5 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·