Iuran Akuatik Indonesia Ditolak Klub Madura, Federasi Didesak Bantu Pembinaan

4 jam yang lalu 1

BANGKALAN, koranmadura.com – Gelombang penolakan terhadap rencana penarikan iuran tahunan oleh Federasi Akuatik Indonesia (FAI) kian meluas hingga ke Madura. Kebijakan nan menyasar atlet, pelatih, hingga klub tersebut dinilai sangat membebani para pelaku pembinaan olahraga renang di daerah.

Penolakan serentak tersebut mengemuka di empat kabupaten se-Madura, ialah Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, nan selama ini menjadi tembok pembinaan atlet akuatik di Pulau Garam.

Pemilik Dhuro Akuatik Club (DAC) Bangkalan, Felayanti, menggarisbawahi bahwa seluruh klub di Madura sepakat menentang kebijakan kontroversial tersebut. Menurutnya, klub-klub berdikari di wilayah selama ini telah merogoh kocek sangat besar demi mencetak atlet-atlet berprestasi.

“Seharusnya pusat membantu wilayah nan sudah membina atlet, bukan malah meminta iuran setiap tahun,” tegas Felayanti, Senin, 24 Agustus 2026 hari ini.

Ia merinci, alokasi anggaran pembinaan di tingkat klub tidak sebatas pada rutinitas latihan mingguan semata, melainkan mencakup honorarium pelatih, pengadaan sarana perlengkapan, biaya akomodasi dan transportasi kejuaraan, hingga nutrisi penunjang atlet.

Felayanti lantas mempertanyakan timbal kembali serta faedah konkret nan bakal diterima klub dari penarikan iuran registrasi tersebut. Ia cemas beban finansial tambahan ini justru mematikan suasana pembinaan atlet usia awal di daerah.

“Kalau klub terus dibebani, gimana pembinaan atlet di wilayah bisa berkembang?” ujarnya.

Langkah tegas klub-klub di Madura Raya ini menyusul gejolak serupa di tingkat regional. Sebelumnya, sedikitnya 55 klub akuatik se-Jawa Timur telah melayangkan nota keberatan resmi mengenai pungutan registrasi dan keanggotaan tersebut.

Selain mempersoalkan besaran nominal, para pengurus klub mengecam minimnya ruang perbincangan dan sosialisasi, serta transparansi tata kelola biaya iuran tersebut dari federasi pusat.

“Jangan hanya datang ketika atlet sudah berprestasi. Klub di wilayah nan membina sejak awal. Kalau prestasi nasional mau kuat, pembinaan di wilayah kudu diperkuat, bukan dibebani,” pungkas Felayanti. (Mahmud/Fine)

Selengkapnya