Investasi Masuk Bangkalan, Ra Imron Amin Desak Kesiapan SDM Lokal

1 jam yang lalu 1

BANGKALAN, koranmadura.com – Rencana gelombang masuknya investasi ke Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, dinilai kudu diimbangi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal secara matang agar penduduk setempat tidak hanya menjadi penonton pasif.

Anggota DPR RI Komisi I Fraksi Partai Gerindra Dapil XI Madura, Ra Imron Amin, menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menolak kehadiran investor. Pihaknya justru mendorong agar penyiapan kapabilitas tenaga kerja lokal digenjot sejak awal sebelum area industri resmi beroperasi.

Menurutnya, percepatan kualitas SDM absolut melangkah mendahului ekspansi industri. Langkah krusial ini diperlukan agar angkatan kerja lokal mempunyai standar kompetensi teknis nan presisi sesuai kualifikasi perusahaan.

“Dulu ada pengusaha Madura nan mau membangun hotel di Bangkalan. Saya sempat dianggap menolak. Sebenarnya tidak, saya mau SDM kita disiapkan dulu agar bisa terlibat,” tuturnya, Sabtu, 22 Agustus 2026 hari ini.

Ia mencontohkan spesifikasi kebutuhan tenaga kerja di sektor jasa perhotelan nan menuntut skill khusus. Oleh lantaran itu, kurikulum pendidikan vokasi serta balai latihan kerja di wilayah wajib diselaraskan dengan peta investasi nan masuk.

Ra Imron menggarisbawahi bahwa laju industrialisasi Madura memerlukan banyak talenta lokal nan relevan. Pemerintah wilayah berbareng pemangku kepentingan perlu bersinergi merumuskan program training terpadu.

“Bagaimana dengan SDM kita. Mari kita siapkan berbareng agar industri nan masuk tidak membikin kita hanya jadi penonton,” ujarnya.

Menurut Politisi Gerindra ini, investasi asing maupun domestik tetap menjadi kesempatan emas bagi pertumbuhan ekonomi Bangkalan. Namun, azas kemanfaatannya kudu terealisasi konkret melalui pembukaan lapangan kerja dan penguatan kapabilitas warga.

Ia berambisi pekerja lokal tidak melulu mentok di level pekerjaan bawah (unskilled labor). Melalui pembekalan keahlian nan mumpuni, tenaga kerja lokal berkesempatan besar mengisi jejeran posisi strategis dan teknis berkeahlian tinggi.

“Tokoh masyarakat, kita bisa berkecimpung di dalamnya, tidak hanya jadi penonton. Itu angan besar saya,” pungkasnya. (Mahmud/Fine)

Selengkapnya