IHSG Anjlok 10,76 Persen Sesi I: Isu Wacana MSCI Pemicu Rekor Pelemahan Pasar

1 jam yang lalu 2
 Isu Wacana MSCI Pemicu Rekor Pelemahan Pasar

JAKARTA, portalmadura.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok tajam pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (16/10/2026). Indeks referensi pasar saham Indonesia tersebut ambruk 630,78 poin alias merosot 10,76 persen hingga terlempar ke level 5.233,00.

Tekanan jual langsung membayangi pergerakan indeks sejak awal pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB di level 5.393,92. Sepanjang perdagangan sesi pagi, IHSG sempat menyentuh level terendah di posisi 5.193,22, sementara posisi tertinggi hanya mencapai level 5.404,51.

Hingga penutupan pukul 11.53 WIB, aktivitas transaksi di bursa mencatatkan volume sebesar 380,08 juta lot dengan nilai perdagangan mencapai Rp 16,51 triliun.

Kondisi pasar menunjukkan kekuasaan tekanan jual nan masif. Sebanyak 809 saham terkoreksi di area merah, hanya 15 saham nan sukses memperkuat menguat, dan 139 saham bergerak stagnan.

Pelemahan tajam IHSG dipicu oleh kejatuhan di seluruh sektor industri utama, di mana sektor prasarana memimpin penurunan drastis hingga 14 persen. Sektor material dasar turut ambrol 13 persen, disusul sektor daya nan merosot 11 persen.

Deretan saham berkapitalisasi besar (big caps) nan menjadi penekan utama pergerakan IHSG di antaranya PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).

Di sisi lain, beberapa saham tercatat menahan laju pelemahan IHSG nan lebih dalam, antara lain PT Bank of India Indonesia Tbk. (BSWD), PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET), PT Guna Timur Raya Tbk. (TRUK), PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA), dan PT Charnic Capital Tbk. (NICK).

Sentimen negatif nan membakar pasar modal domestik berakar dari rencana lembaga penyedia indeks global, MSCI, untuk meninjau ulang status pasar saham Indonesia. MSCI tengah membuka tahap konsultasi untuk merubah pengelompokkan Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Pihak MSCI menilai status pasar berkembang bagi Indonesia perlu dievaluasi kembali mengenai rumor kehati-hatian investabilitas, transparansi kepemilikan saham, indikasi perdagangan terkoordinasi, serta efektivitas penegakan izin pasar.

Proses konsultasi tersebut dibuka hingga 30 April 2027, sedangkan keputusan akhir dijadwalkan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027. Selama periode pertimbangan berjalan, MSCI membekukan sejumlah penyesuaian indeks bagi saham-saham asal Indonesia.

Dinamika ini meningkatkan kekhawatiran di kalangan penanammodal asing atas potensi pelepasan aset domestik, nan berisiko meningkatkan permintaan terhadap dolar AS dan memberikan tekanan susulan bagi stabilitas mata duit rupiah.

Navigasi pos

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0