
KABAR MADURA | Memasuki usia ke-496 tahun, Kabupaten Pamekasan memerlukan kerjasama lintas sektor untuk mempercepat kemajuan daerah. Hal itu ditegaskan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Pamekasan, Hariyanto Rahmansyah T., sebab, sinergi antara pemerintah, masyarakat, bumi usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi aspek krusial dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
Hariyanto menyatakan, usia 496 tahun merupakan momentum refleksi sejarah sekaligus komitmen berbareng untuk membangun Pamekasan nan lebih baik. Menurutnya, pemerintah dan masyarakat memikul tanggung jawab kolektif dalam menjaga martabat daerah.
“Kemajuan wilayah memerlukan keterlibatan beragam pihak. Usia 496 tahun menyimpan nilai sejarah dan identitas nan kudu diwujudkan melalui kontribusi nyata,” ujar Hariyanto.
Dalam refleksinya, dia turut menjadikan area Lancor sebagai simbol perjuangan dan martabat Pamekasan nan memerlukan perhatian serta pembenahan berkelanjutan. Dia mengingatkan masyarakat agar tidak bersikap pasif terhadap beragam persoalan daerah.
Menurutnya, kepedulian, keberanian menyampaikan masukan, serta partisipasi aktif dalam mengawal pembangunan merupakan bentuk kecintaan terhadap daerah. Dia menilai kritik konstruktif krusial untuk mendorong perbaikan nan terarah.
Hariyanto berambisi Hari Jadi ke-496 bisa meningkatkan kualitas pembangunan, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat. Dia berpesan agar Pamekasan tidak sekadar bertambah usia, tetapi semakin matang dan kuat menghadapi tantangan zaman.
“Bangkitlah kotaku, sembuhlah kotaku. Jangan menua hanya lantaran bertambah usia,” pungkasnya seraya menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan. (fit/rul)

1 jam yang lalu
3









English (US) ·
Indonesian (ID) ·