Disdikbud Pamekasan Rencanakan Perluasan Museum Mandhilaras, Targetkan Realisasi 2027

1 jam yang lalu 1

Kepala Disdikbud Pamekasan Basri Yulianto. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan berencana memperluas pelayanan Museum Mandhilaras. Yakni, dengan menempatkan sebagian koleksi barang berhistoris di area taman budaya.

Rencana tersebut sekarang memasuki tahap perencanaan dan diharapkan dapat direalisasikan pada 2027 mendatang.

Kepala Disdikbud Pamekasan, Basri Yulianto, menyampaikan bahwa ekspansi pelayanan museum bakal memanfaatkan taman di belakang Kantor Kelurahan Kowel.

Langkah tersebut sejalan dengan rencana pemerintah menjadikan area itu sebagai taman budaya nan dapat dimanfaatkan untuk beragam aktivitas seni dan kebudayaan.

“Jadi, kelak itu di taman budaya bakal ada museum di sana. Jadi, sebagian benda-benda museum dipindah ke sana,” ungkapnya.

Menurut Basri, pemilihan letak tersebut disesuaikan dengan kegunaan taman budaya nan diharapkan menjadi pusat aktivitas kebudayaan masyarakat Pamekasan.

Dengan penempatan sebagian koleksi museum di area itu, masyarakat tidak hanya dapat menikmati aktivitas seni, tetapi juga mengenal benda-benda peninggalan masa silam nan selama ini tersimpan di Museum Mandhilaras.

Basri menjelaskan, rencana tersebut telah masuk tahap perencanaan pada tahun ini dengan angan dapat diwujudkan pada 2027. Kehadiran museum di area taman budaya diharapkan bisa mendorong peningkatan aktivitas masyarakat, terutama para pelaku seni dan budaya di Kabupaten Pamekasan.

“Intinya, kami mau di sana itu tidak sepi, hanya taman nan luas seperti itu tapi jarang ada kegiatan. Insya Allah kelak jika sudah komplit bisa kembali aktif aktivitas seni dan budaya di Kabupaten Pamekasan,” ucapnya.

Ia berambisi seluruh tahapan perencanaan dapat melangkah lancar sehingga pengembangan area tersebut bisa terlaksana secara maksimal. Dengan begitu, masyarakat dapat segera merasakan faedah keberadaan taman budaya sekaligus ekspansi pelayanan Museum Mandhilaras.

Basri juga menilai, meningkatnya aktivitas di area tersebut berpotensi memberikan akibat positif terhadap perekonomian penduduk sekitar. Kehadiran visitor dalam beragam aktivitas seni dan budaya diharapkan membuka kesempatan bagi pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka.

“Kalau ramai, kan enak. Warga sekitar alias pelaku UMKM sekitaran Kelurahan Kowel bisa memasarkan produknya. Semoga bisa segera terealisasi,” tandasnya. (enk/nda)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0