portalmadura.com — Pergerakan nilai bahan pangan pokok (sembako) di sejumlah pasar tradisional wilayah Madura, Jawa Timur, mencatatkan dinamika variatif pada Selasa (13/10/2026). Komoditas cabe rawit merah terpantau terus mengalami lonjakan nilai nan signifikan, sementara komoditas utama seperti beras dan telur ayam condong memperkuat stabil.
Berdasarkan info Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) serta pantauan di lapangan, lonjakan nilai cabe dipicu oleh aspek penurunan pasokan dari tingkat petani akibat dinamika cuaca lokal.
Lonjakan Harga Cabai Rawit dan Bumbu Dapur
Pada perdagangan hari ini, nilai cabe rawit merah di pasar-pasar Madura menembus kisaran Rp69.000 hingga Rp70.000 per kilogram, naik tajam dibandingkan nilai pekan sebelumnya. Kenaikan ini turut diikuti oleh jenis ramuan dapur lainnya.
- Cabai Rawit Merah: Rp69.500 / kg
- Cabai Merah Keriting: Rp50.400 / kg
- Cabai Merah Besar: Rp40.000 / kg
- Bawang Merah: Rp27.200 / kg
- Bawang Putih: Rp29.600 / kg
Perkembangan Harga Beras dan Minyak Goreng
Di tengah lonjakan nilai ramuan dapur, nilai komoditas beras di area Madura terpantau konsisten stabil. Ketersediaan stok dari pengedaran Bulog dan pasokan lokal dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian masyarakat.
Beras jenis medium dijual rata-rata pada kisaran Rp13.000 per kilogram, sedangkan beras kualitas premium berada di kisaran Rp15.200 per kilogram.
Sementara itu, nilai minyak goreng tetap menunjukkan pergerakan nilai nan stabil berjuntai pada kemasannya:
- Minyakita (Program Pemerintah): Rp15.900 / liter
- Minyak Goreng Curah: Rp20.400 / kg
- Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp19.300 / liter
- Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp22.100 / liter
Harga Daging dan Telur Ayam Bertahan Stabil
Untuk sektor protein hewan, nilai telur ayam ras berada di nomor Rp24.200 per kilogram. Daging ayam ras patokannya memperkuat di kisaran Rp37.800 per kilogram, sementara nilai daging sapi paha belakang diperdagangkan rata-rata Rp135.000 per kilogram.
Dinas Perdagangan setempat terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan borong (panic buying), serta memastikan pengawasan pengedaran bahan pokok tetap melangkah guna menjaga stabilitas nilai di wilayah Madura.

1 hari yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·