PORTALMADURA.COM, Jakarta – Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami koreksi signifikan pada sesi perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Pergerakan saham emiten perbankan swasta terbesar di Indonesia tersebut tertekan hingga menyentuh level Rp4.820 per lembar saham.
Berdasarkan info perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (19/10/2026) hingga menjelang penutupan sesi I, saham BBCA melemah sebesar 355 poin alias terdepresiasi 6,86 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp5.175. Saham perbankan ini bergerak pada rentang harian antara Rp4.820 hingga Rp4.910.
Pelemahan tajam saham BCA terjadi berbarengan dengan dimulainya tindakan korporasi pembelian kembali saham (buyback) oleh perseroan nan dijadwalkan berjalan pada 19 hingga 21 Oktober 2026. Pelaksanaan buyback ini merupakan bagian dari program nan telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.
Seiring dengan periode tindakan korporasi tersebut, manajemen BCA memberlakukan kebijakan internal nan melarang seluruh jejeran pekerja untuk melakukan transaksi jual-beli atas saham BCA sepanjang 19 hingga 21 Oktober 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kepatuhan serta prinsip tata kelola perusahaan nan baik.
Pihak manajemen menegaskan bahwa agenda buyback ini tidak memberikan akibat material negatif terhadap keahlian finansial maupun kelangsungan aktivitas operasional perseroan. Langkah ini diambil dengan tetap memperhatikan kondisi dan dinamika perubahan pasar modal nasional secara terukur.

47 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·