Rupiah Hari Ini 13 Oktober 2026 Melemah ke Rp17.942 per Dolar AS, Cek Pemicunya!

17 jam yang lalu 3
Rupiah Hari Ini 13 Oktober 2026 Melemah ke Rp17.942 per Dolar AS, Cek Pemicunya!

portalmadura.com – Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Selasa (13/10/2026). Mata duit Garuda bergerak melemah di kisaran Rp17.942 per Dolar AS, terdepresiasi sebesar 29 poin alias sekitar 0,16 persen dibandingkan pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan nilai tukar domestik ini dipicu oleh tingginya ketidakpastian pasar finansial dunia serta perubahan nilai komoditas daya bumi nan membayangi pergerakan mata duit area Asia.

Dinamika Harga Minyak Dunia dan Pasar Keuangan Global

Tekanan terhadap kurs Rupiah terjadi di tengah pergerakan nilai minyak mentah dunia nan tetap memperkuat di level tinggi. Meskipun sempat mencatatkan koreksi tipis, nilai minyak jenis Brent tetap berada di kisaran USD 105,72 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada level USD 92,92 per barel.

Tingginya nilai komoditas daya ini memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kenaikan laju inflasi global. Kondisi tersebut mendorong penanammodal condong memilih mengamankan aset pada mata duit berisiko rendah (safe haven) seperti Dolar AS.

Pergerakan Mata Uang Kawasan Asia

Pelemahan Rupiah pada hari ini sejalan dengan kebanyakan mata duit utama di area Asia nan turut tertekan terhadap Dolar AS. Baht Thailand tercatat melemah 0,25 persen, Yen Jepang terkoreksi 0,17 persen, dan Yuan China mengalami penurunan tipis 0,02 persen.

Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) nan mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata duit utama bumi berada kokoh di atas posisi 102,36. Penguatan Dolar ini terus menahan ruang mobilitas mata duit negara berkembang untuk menguat.

Analisis dan Prospek Pergerakan Rupiah

Analis pasar finansial menilai perubahan Rupiah tetap bakal sangat dipengaruhi oleh rilis info ekonomi dari Amerika Serikat serta dinamika geopolitik global. Langkah stabilisasi dari Bank Indonesia melalui intervensi di pasar spot maupun pasar obligasi diharapkan dapat meredam volatilitas dan menjaga nilai tukar tetap berada dalam rentang wajar.

Bagi masyarakat maupun pelaku upaya nan melakukan transaksi perdagangan internasional, kecermatan dalam memantau pergerakan nilai tukar serta menerapkan langkah mitigasi akibat mata duit menjadi perihal mendesak pada kondisi saat ini.

Navigasi pos

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0