Sejumlah los milik PKL di sentra PKL food colony Pamekasan (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).
PAMEKASAN || KLIKMADURA – Rencana revitalisasi empat sentra pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Pamekasan kandas direalisasikan tahun ini meski anggaran miliaran rupiah telah tersedia.
Proyek nan menyasar sentra PKL Food Colony, Sae Rassah, Sae Salera, dan eks PJKA tersebut mempunyai alokasi anggaran bangunan Rp3,7 miliar, belum termasuk biaya perencanaan dan pengawasan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan, Salehoddin, mengatakan, anggaran untuk pengerjaan bentuk tetap tersedia dalam APBD murni. Namun, sisa waktu penyelenggaraan dinilai terlalu mepet untuk merealisasikan pembangunan bentuk pada tahun ini.
“APBD murni, anggarannya tetap ada. Tapi, nan mau dikerjakan itu tidak mungkin dengan sisa waktunya nan mepet seperti ini,” jelasnya.
Akibatnya, anggaran untuk pekerjaan nan tidak terlaksana berpotensi menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) pada akhir tahun. Meski demikian, Diskop UKM dan Naker Pamekasan tetap menuntaskan perencanaan revitalisasi sentra PKL Food Colony sebelum tahun anggaran berakhir.
Sementara itu, pembangunan bentuk Food Colony dan tiga sentra PKL lainnya direncanakan berjalan pada 2027. Salehoddin menyatakan, pihaknya berkomitmen merealisasikan pekerjaan tersebut semaksimal mungkin andaikan anggaran tersedia pada tahun depan.
“Iya perencanaan saja di food colony dengan sisa waktu 1,5 bulan ini. Untuk fisiknya Insya Allah semuanya di tahun depan,” terang Salehoddin.
Berdasarkan rincian anggaran revitalisasi dan reaktualisasi sentra PKL Pamekasan, biaya perencanaan untuk empat letak mencapai Rp186.270.000. Rinciannya, Sae Rassah sebesar Rp25.680.000, Sae Salera Rp70.050.000, Food Colony Rp70.050.000, dan eks PJKA Rp20.490.000.
Adapun anggaran bangunan mencapai Rp3,7 miliar. Dana tersebut dialokasikan sebesar Rp400 juta untuk Sae Rassah, Rp1,5 miliar untuk Sae Salera, Rp1,5 miliar untuk Food Colony, dan Rp300 juta untuk eks PJKA.
Selain perencanaan dan konstruksi, terdapat anggaran pengawasan dengan total Rp115.253.000. Alokasi tersebut meliputi Rp15.413.000 untuk Sae Rassah, Rp43.850.000 untuk Sae Salera, Rp43.850.000 untuk Food Colony, dan Rp12.140.000 untuk eks PJKA.
Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Faridi, menyayangkan gagalnya revitalisasi empat sentra PKL tersebut meski anggaran telah tersedia. Menurutnya, proyek itu dibutuhkan masyarakat sehingga dinas mengenai perlu dievaluasi secara menyeluruh agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
“Perihal SILPA itu memang sudah ketentuannya terhadap aktivitas nan tidak terlaksana alias dilaksanakan tapi ada sisa. Tetapi merancang anggaran untuk tidak digelar dan jadi SILPA itu sebuah kesalahan, lantaran masyarakat tidak menerima faedah dari anggaran nan ada,” pungkasnya. (enk/nda)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·