BANGKALAN, koranmadura.com – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar dipastikan datang mengisi puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Agenda puncak HSN tersebut dijadwalkan berjalan meriah pada Sabtu, 14 November 2026 mendatang bertempat di Pondok Pesantren Al-Anwar, Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan.
Kepastian kehadiran pengasuh tertinggi PBNU tersebut diperoleh usai Ketua Panitia HSN Bangkalan, KH Muchlis Muksin melakukan silaturahmi (sowan) langsung ke kediaman KH Miftachul Akhyar di Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya, Jumat, 6 November 2026 kemarin.
KH Muchlis Muksin nan juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar menyampaikan rasa syukur atas respons hangat serta kesediaan waktu dari Rais Aam PBNU untuk menyapa para santri di Bangkalan.
“Alhamdulillah, dalam sowan tadi Kiai Miftach menyampaikan kesediaannya untuk hadir. Bagi kami di Pondok Pesantren Al-Anwar, ini sebuah kehormatan,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, KH Muchlis Muksin, Sabtu, 7 November 2026 hari ini.
Panitia penyelenggara berbareng Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan sekarang terus mematangkan persiapan teknis di lapangan. Selain pengajian umum, puncak peringatan bakal diisi dengan pembacaan Ratib Syaichona Kholil sebagai angan berbareng untuk keselamatan dan kedamaian bangsa.
KH Muchlis mengimbau seluruh komponen santri agar menjadikan momentum HSN 2026 sebagai pemicu semangat memperkuat literasi keilmuan serta hormat nyata di tengah masyarakat.
“Setiap Hari Santri, kita mengenang perjuangan para ustad dan santri terdahulu. Cara meneruskannya hari ini bisa dimulai dari perihal nan dekat dengan kehidupan santri,” tuturnya.
Menurutnya, substansi perjuangan santri era modern diwujudkan lewat kesungguhan menimba pengetahuan agama, menjaga etika moralitas, serta mengamalkan pengetahuannya demi kemaslahatan warga.
“Bersungguh-sungguh menuntut ilmu, menjaga adab, dan menggunakan pengetahuan itu untuk membantu masyarakat ketika kembali ke kampung masing-masing,” pungkasnya. (Mahmud/Fine)

3 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·