SAMPANG, koranmadura.com – Rencana alokasi anggaran pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) baru berbobot belasan miliar rupiah di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menuai sorotan tajam di tengah kondisi 1.092 unit lampu jalan lama nan dibiarkan padam.
Proyek pemasangan PJU anyar tersebut diproyeksikan menyedot anggaran senilai Rp15,85 miliar nan berasal dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Sampang Tahun Anggaran 2026. Dana jumbo itu rencananya dialokasikan untuk mendirikan 993 tiang PJU di 60 titik lokasi.
Anggota Komisi III DPRD Sampang, Agus Husnul Yakin menegaskan bahwa perencanaan proyek tersebut terkesan kurang matang lantaran mengabaikan pemeliharaan ribuan PJU eksisting nan rusak. Ia menyodorkan dua opsi solutif: memprioritaskan perbaikan lampu lama, alias mewajibkan perbaikan akomodasi lama melangkah beriringan jika proyek baru tetap dieksekusi.
“Kalau memang mau membangun, silakan dibangun. Tapi nan rusak juga kudu diperbaiki. Jangan sampai kita membangun nan baru, sementara nan lama banyak nan mati,” kata Agus Husnul Yakin, Senin, 24 Agustus 2026 kemarin.
Agus menyayangkan banyaknya lampu padam di sepanjang koridor jalan nasional dan provinsi nan menjadi urat nadi mobilitas warga. Pihaknya berencana memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) serta BPPKAD Sampang guna mengevaluasi skema pemeliharaan dan kejelasan kewenangan pengelolaan.
Ia pun mengingatkan akibat membengkaknya tagihan listrik daerah. Saat ini, Pemkab Sampang wajib menyetor beban listrik PJU sekitar Rp500 juta setiap bulan. Sementara opsi PJU tenaga surya (solar cell) juga mempunyai titik lemah pada daya tahan baterai nan hanya memperkuat 3 hingga 5 tahun.
“Makanya perlu dikaji ulang. Jangan hanya berpikir membangun, tapi setelah dibangun gimana perawatannya, gimana biaya listriknya, dan gimana dengan PJU nan sudah ada dan sekarang banyak nan mati,” tegasnya.
Politisi tersebut turut meminta penduduk aktif melapor ke pemerintah kecamatan setempat jika mendapati lampu jalan di area pemukimannya padam agar segera terdata dan ditangani.
“Sebab kami rasa jika memang menerima laporan langsung dari masyarakat, kami rasa kerusakan alias nan meninggal itu, bakal lebih banyak lagi,” pungkasnya. (Muhlis/Fine)

19 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·