SAMPANG, koranmadura.com – Musim tandus panjang tahun 2026 menjadi berkah tersendiri bagi para petambak garam di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Selain terberkahi hasil panen raya berlimpah, produksi garam lokal dipastikan terserap maksimal oleh industri pasar nasional.
Salah seorang petambak garam Sampang, Ali Hosen menyampaikan bahwa teriknya cuaca tandus serta support penuh pemerintah membikin kualitas panen garam tahun ini melambung tinggi.
“Kalau saat ini pemerintah sangat mendukung, apalagi cuaca di musim tandus sekrang sangat bagus dan mendukung untuk produksi garam,” kata petambak garam Sampang, Ali Hosen, Senin, 12 Oktober 2026 hari ini.
Ali membeberkan, selain ditopang aspek cuaca, mutu kristal garam meningkat drastis berkah penerapan teknologi dasar membran serta teknik pembersihan sisa endapan tanah sebelum pengangkutan.
“Habis dipakai, ditaruh, pas diangkut itu kan kudu dibuang kotorannya nan di bawah, disalin sama air biar lebih berkualitas,” terangnya.
Saat ini, kisaran nilai garam rakyat di tingkat petambak bertengger pada nomor Rp85 ribu hingga Rp90 ribu per kuintal, berjuntai perubahan pasar.
“Untuk nilai itu tidak tentu mas, misalnya turun ya turun, misalnya nan naik ikut naik juga. Harapan ke depan buat petani, nilai garam semakin naik,” harapnya.
Menanggapi melimpahnya panen raya Madura, perwakilan PT Sumatraco, Muhammar Ishak menegaskan kesiapan pihaknya untuk menyerap puluhan ribu ton garam rakyat. Tahap awal penyerapan ditargetkan mencapai 50.000 ton dan berkesempatan terus bertambah.
“Alhamdulillah, saya mengapresiasi betul para petani nan ada di Madura. Sementara tetap 50 ribu ton, ada kemungkinan juga naik menyesuaikan dengan kondisi garam nan ada di Madura,” jelas Muhammar Ishak.
Ishak menyarankan agar petambak memperpanjang masa pengolahan air tua dari nan semula 12–15 hari menjadi minimal 20 hari agar mutu kristal makin pekat dan berbobot jual tinggi.
“Untuk nilai tetap kompetitif, tapi nan jelas PT Sumatraco selalu memberikan nilai nan terbaik, sesuai dengan kualitas garam nan dihasilkan,” pungkasnya. (Muhlis/Fine)

1 hari yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·