Koordinator Aksi Penolakan Indomaret di Pamekasan Justru Salahkan Pihak Indomaret atas Perusakan

1 hari yang lalu 4

Khoirul Kalam.

MADURA HARI INI | PAMEKASAN – Khoirul Kalam, koordinator aksi penolakan pendirian Indomaret di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, menuding pihak Indomaret turut bertanggung jawab atas insiden perusakan yang terjadi saat aksi penolakan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Kalam melalui sebuah video yang diunggah di akun media sosial pribadinya. Pihaknya beralasan, sejak awal Pemerintah Desa Panaan telah melarang dan tidak memberikan izin terhadap pendirian gerai ritel modern tersebut.

Menurut Kalam, larangan dari pemerintah desa itu menjadi dasar penolakan terhadap pembangunan Indomaret di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indomaret adalah pihak yang harus bertanggung jawab atas terjadinya demo yang mengakibatkan perusakan karena sejak awal pemerintah desa melarang dan tidak merestui Indomaret membangun di desa panaan,” ujarnya.

Diketahui, aksi penolakan yang mengatasnamakan alumni pesantren dan santri pada Rabu (7/10/2026) itu berujung pada perusakan.

Kasus tersebut kini tengah diselidiki pihak kepolisian. Hingga saat ini, belum ada tersangka yang diumumkan dalam perkara tersebut.

Di sisi lain, pihak Indomaret membantah jika proses pendirian gerai dilakukan tanpa melalui prosedur yang semestinya.

Tim Perizinan Indomaret Madura, Bowo, menegaskan bahwa pihaknya telah mengurus berbagai persyaratan jauh sebelum pembangunan gerai dimulai.

“Cek sertifikat sudah atas nama sendiri pemilik. Persetujuan lingkungan sudah. Sepuluh orang sekitar gerai menyetujui, sudah bersedia tanda tangan. Kepala Desa (Kades) sudah, mendatangi tokoh ulama terdekat sudah,” ujar Bowo, Senin (20/7/2026) lalu.

Bowo menjelaskan, setelah proses pengecekan dokumen dan persyaratan dilakukan, pihak Indomaret melanjutkan proses administrasi melalui notaris sebelum melakukan pembayaran sewa lahan kepada pemilik tanah.

“Baru dibawa ke notaris, lalu dilakukan penyewaan dan pengerjaan. Prosesnya diurus jauh sebelum dibangun,” tegasnya.

Perbedaan pernyataan antara koordinator aksi dan pihak Indomaret tersebut menjadi sorotan di tengah penyelidikan kasus perusakan yang masih berlangsung.

Kepolisian diharapkan dapat mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa, pihak-pihak yang terlibat, serta duduk perkara dalam insiden tersebut.

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0