Khofifah Soroti Trauma Korban Gempa Manggarai: Lansia dan Anak Tak Boleh Terabaikan

1 jam yang lalu 3

Saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berjumpa pengungsi lansia korban gempa NTT

Khofifah Soroti Trauma Korban Gempa Manggarai: Lansia dan Anak Tak Boleh Terabaikan

LIMADETIK.COM, MANGGARAI — Penanganan pascagempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), tak boleh berakhir pada pengedaran support dan pelayanan medis. Di tengah kondisi pengungsian, ancaman lain nan tak kasatmata ikut menghantui korban, ialah trauma psikologis.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, golongan rentan seperti anak-anak dan lansia memerlukan perhatian unik agar akibat psikologis akibat musibah tidak berkembang menjadi persoalan berkepanjangan.

Pesan itu disampaikan Khofifah saat menyerahkan support kemanusiaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan CSR di SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8/2026).

“Bukan hanya kebutuhan logistik nan kudu kita pikirkan. Layanan kesehatan dan pendampingan psikososial juga penting, terutama untuk golongan rentan seperti anak-anak dan lansia,” kata Khofifah.

Pemprov Jatim telah menurunkan lima personel Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Tim tersebut sudah tiga hari berada di letak untuk melakukan pendampingan kepada penduduk terdampak.

Khofifah menyebut keberadaan tim tersebut bukan sekadar pelengkap penanganan bencana. Trauma healing, konseling dan penguatan psikologis diperlukan agar para penyintas bisa kembali membangun rasa kondusif setelah menghadapi gempa.

“Kami mengirim tim LDP, Layanan Dukungan Psikososial. Tim LDP ini ada lima orang nan sudah tiga hari berada di sini. Ini tim trauma healing,” ujarnya.

Trauma Tidak Hilang Sekali Pertemuan

Khofifah mengingatkan bahwa pemulihan psikologis memerlukan proses. Karena itu, pendampingan tidak boleh berakhir setelah support disalurkan alias ketika kondisi darurat mulai mereda.

Bagi lansia, tim memberikan pendampingan untuk membantu mengendalikan kepanikan, menenangkan emosi serta mengurangi tekanan psikologis setelah mengalami bencana.

Teknik defusing dan debriefing juga digunakan sebagai bagian dari proses pendampingan. Penyintas diberikan ruang untuk menceritakan pengalaman mereka sehingga rasa takut dan kepanikan dapat dikelola secara bertahap.

Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk mencegah munculnya secondary trauma alias trauma lanjutan.

“Prosesnya tidak cukup hanya sekali. Penguatan, konseling dan trauma healing ini memerlukan waktu. Karena itu, selama tetap dalam situasi musibah dan pengungsian, pendampingan perlu terus dilakukan,” tegasnya.

Lansia di Pengungsian Tak Boleh Terlewat

Selain persoalan psikologis, kondisi kesehatan lansia di letak pengungsian menjadi perhatian serius. Situasi pengungsian pascagempa membikin golongan tersebut memerlukan pemantauan dan pelayanan kesehatan nan lebih intensif.

Untuk memperkuat jasa medis, Pemprov Jatim sebelumnya mengirimkan tujuh master ortopedi serta 10 master dan perawat ke RSUD Ruteng. Bantuan juga diperkuat dengan pengiriman 14 jenis obat-obatan nan dibutuhkan masyarakat terdampak.

“Untuk para lansia, mereka memerlukan perhatian dan pendampingan. Kita berambisi jasa kesehatan bisa melangkah dengan baik sehingga mereka merasa lebih kondusif dan tidak sendiri dalam menghadapi situasi ini,” kata Khofifah.

Bagi Khofifah, pemulihan korban gempa tidak cukup diukur dari berapa banyak support nan tiba di lokasi. nan tak kalah krusial adalah memastikan penduduk terdampak betul-betul mendapatkan rasa aman, jasa kesehatan dan support psikologis.

Karena itu, dia membujuk seluruh unsur—pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, bumi upaya dan masyarakat—untuk tidak melangkah sendiri-sendiri dalam menangani akibat bencana.

“Kita semua bersaudara. Mudah-mudahan nan sakit segera sembuh dan seluruh penduduk diberikan kekuatan. nan krusial sekarang gimana kita bersama-sama memberikan penguatan agar mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi ujian ini,” pungkas Khofifah.

Penulis : Pulung Chausar

Editor : Wahyu

Follow WA Channel limadetik.com untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari Follow

Selengkapnya