(KM/SAFIRA NUR LAILY)
ARIEF WIBISONO: Ketua Dewan Kesenian Pamekasan.KABAR MADURA | Pelestarian budaya lokal perlu ditanamkan sejak usia awal agar generasi muda tidak kehilangan identitas dan kebanggaan terhadap warisan leluhurnya. Upaya itu tidak cukup dilakukan melalui dokumentasi, tetapi juga kudu memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah masyarakat.
Ketua Dewan Kesenian Pamekasan (DKP), Arief Wibisono, menegaskan pentingnya menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini. Menurutnya, kebudayaan merupakan bagian dari peradaban nan kudu diwariskan secara berkelanjutan.
Pria nan karib disapa Ayik menjelaskan, generasi muda tidak hanya perlu mengenal sejarah dan tradisi daerahnya, tetapi juga kudu mempunyai kebanggaan terhadap kebudayaan nan berkembang dari masa lampau hingga sekarang.
“Peradaban ini bukan sebatas arsip, tapi gimana generasi ini merasakan sebuah kebanggaan budaya masa lampau hingga sekarang,” ujarnya kepada Kabar Madura, Senin (12/10/2026).
Ayik menilai, pengenalan seni dan budaya lokal perlu dilakukan sejak usia awal agar kecintaan terhadap tradisi wilayah tumbuh secara alami. Dengan begitu, kebudayaan tidak sekadar dipandang sebagai peninggalan sejarah, tetapi tetap menjadi bagian dari kehidupan generasi berikutnya.
Langkah tersebut juga krusial untuk mencegah seni dan tradisi lokal tergerus perkembangan era hingga berpotensi punah. Karena itu, pelestarian budaya memerlukan keterlibatan beragam pihak, terutama dalam menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mengapresiasi kekayaan budaya daerah.
“Jadi, generasi muda itu perlu dididik betul dulu, sebelumpintar. Itu nan mau kita usung saat ini,” tutupnya.
Sebagai bagian dari upaya pelestarian tersebut, DKP turut menyiapkan sejumlah aktivitas bernuansa budaya melalui Pamekasan Traditional Culture Festival. Kegiatan ini dijadwalkan berjalan pada 25-31 Oktober 2026 di area Monumen Arek Lancor.
Festival itu bakal diisi dengan beragam kegiatan, di antaranya pameran budaya Madura, pagelaran kuliner unik Pamekasan, serta perlombaan seni dan budaya nan melibatkan pelajar. Melalui aktivitas ini, generasi muda diharapkan mempunyai kesempatan untuk mengenal lebih dekat kesenian dan tradisi lokal sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya daerah. (nur/zul)

1 hari yang lalu
5









English (US) ·
Indonesian (ID) ·