SAMPANG, koranmadura.com – Jumlah desa terdampak musibah kekeringan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terus bertambah. Meski hujan sempat mengguyur sejumlah titik beberapa hari lalu, kondisi tersebut belum menjadi pertanda berakhirnya musim tandus 2026.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, menyebut hujan nan turun di sejumlah wilayah hanya merupakan anomali cuaca.
“Puncak suhu panas itu di Oktober. Suhu panas saat ini mencapai 35 hingga mendekati 40 derajat Celsius. Sedangkan untuk musim tandus itu diperkirakan tetap pertengahan Desember 2026 mendatang. Kemudian adanya hujan di sejumlah titik di Sampang itu bukan berfaedah sudah memasuki musim penghujan, melainkan hanya anomali saja,” ujar Fajar kepada koranmadura.com, Rabu, 14 Oktober 2026.
Fajar menjelaskan, akibat musim tandus berkepanjangan membikin jumlah desa nan mengalami musibah kekeringan di Kabupaten Sampang bertambah. Semula tercatat 78 desa terdampak, sekarang jumlahnya meningkat menjadi 81 desa.
“Tambahan desa-desa kekeringan saat ini terjadi berada di wilayah Kecamatan Banyuates,” terangnya. (MUHLIS/DIK)

5 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·